MUI Jabar Cari Informasi Kebenaran Ijtimak Ulama di Bandung

MUI Jabar Cari Informasi Kebenaran Ijtimak Ulama di Bandung
Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar. (Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sedang mencari informasi atau kebenaran, terkait beredarnya video rencana Ijtimak Ulama di Bandung pada tanggal 15-17 Oktober 2019.

Hal itu disampaikan, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar sat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/10/2019).

“Ini sudah mendengar (rekaman video Rizieq), bahkan sudah terima video itu. Tapi saya belum bisa keluarin statement karena sedang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,” ucap Rafani.

Lebih lanjut, Rafani mengungkapkan, pihaknya akan mengkonfirmasi ke Hotel yang rencanya dijadikan lokasi Ijtima. Pasalnya, berdasarkan informasi awal yang dirinya terima, Ijtima Ulama tersebut akan digelar di Hotel Asrilia Kota Bandung.

“Maka itu ini saya akan segera konfirmasi ke Hotel Asrilia, apakah benar atau tidak. Mungkin setelah maghrib saya bisa kasih keterangan. Silakan hubungi lagi setelah maghrib,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Musyawarah ulama recananya akan segera digelar di Kota Bandung. Hal itu diketahui, melalui video yang menampilkan Rizieq Shihab dan tersebar luas di media sosial.

Dalam rekaman video tersebut, Rizieq mengatakan, dirinya mendukung penuh acara Musyawarah Ulama dan Tokoh Ulama Se-Indonesia yang digelar pada 15-17 Oktober 2019 di Bandung.

“Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Saya dan kawan-kawan, dan segenap panitia yang akan menyelenggarakan musyawarah ulama dan tokoh ulama se-Indonesia di Bandung pada tanggal 15-17 Otkober 2019 yang akan datang, Insya Allah musyawarah tersebut akan digelar dengan sakses dan berkah,” ucap Rizieq dalam video tersebut.

Lebih lanjut, Rizieq mengungkapkan, kegiatan tersebut menurutnya akan menghasilkan keputusan strategis untuk umat islam di Indonesia. Selain itu, kegiatan itu juga dinilai akan menjadi ajang silaturahim bagi ulama-ulama.

“Mudah-mudahan acara tersebut akan diberkahi Allah SWT, dan akan menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis bagi perjuangan umat Islam Indonesia ke depan. Selamat bermusyarawah, selamat bersilaturahim, selamat berjuang, semoga menang,” pungkas Rizieq, tanpa menjelaskan maksud dari kata “menang”. (Ridwan Abdul Malik) 

Loading...