Ikhtiar Pemkab Purwakarta Menjadi Kota Layak Anak

Ikhtiar Pemkab Purwakarta Menjadi Kota Layak Anak
Foto-foto: Istimewa
Ikhtiar Pemkab Purwakarta Menjadi Kota Layak Anak
Ikhtiar Pemkab Purwakarta Menjadi Kota Layak Anak
Ikhtiar Pemkab Purwakarta Menjadi Kota Layak Anak

INILAH, Purwakarta - Target menjadi Kota Layak Anak (KLA) terus menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Bukan hanya sekadar sosialisasi, namun berbagai program pun didorong di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk di berbagai area publik seperti taman.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, di bawah kepemimpinanannya terkait KLA itu menjadi salah satu fokus perhatian. Untuk itu, pihaknya mendorong upaya tersebut dalam berbagai program.

"Kita dorong agar Kabupaten Purwakarta bisa menjadi salah satu daerah yang mendapatkan predikat Kota Layak Anak," ujar Anne ketika ditemui di Purwakarta, Senin (14/10/2019).

Mantan mojang Purwakarta 1999 itu menuturkan, mulai dari area perkantoran hingga area publik harus bisa menjadi tempat yang ramah bagi anak-anak. Bahkan, beberapa waktu lalu pada saat HUT Pramuka Anne meminta agar kegiatan kepanduan itu bisa menyasar anak-anak.

"Salah satunya Pramuka harus berada ditengah masyarakat dengan menyasar anak-anak, karena sangatlah penting demi masa depan," ujarnya.

Di aspek lain, Anne bahkan mewajibkan setiap kantor OPD harus memiliki ruang laktasi. Bahkan, Dinas Sosial, Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DinsosP3A) Kabupaten Purwakarta terus lakukan sosialisasi KLA, terutama di sekolah-sekolah.

Kabid Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta Nur Aisah Jamil mengaku, sosialisasi dengan menyasar sekolah-sekolah itu merupakan bagian dari tekad Pemkab Purwakarta mewujudkan KLA.

"Ini merupakan bagian dari instrumen kabupaten atau kota layak anak. Salah satunya yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan yakni pada tahun 2030itu Indonesia harus layak anak," ujar Nur Aisah.

Dia menyebutkan, sekolah harus menjadi sarana dan prasarana yang membuat anak nyaman dan betah selain di rumah. Dengan kata lain, sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya menggandeng pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purwakarta.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta pun selalu mengatakan sekolah harus menjadi pusatnya kegiatan anak-anak.

Nur Aisah menambahkan, sosialisasi ini tak hanya menyasar sekolah-sekolah saja. Namun, penyebarluasan informasi itu pun dilakukan ke sejumlah intansi, desa, dan kampung yang tersebar di Purwakarta. Hal tersebut tak lepas dari sasaran bidikan Pemkab Purwakarta menjadi salah satu daerah memiliki predikat KLA.

"Kita juga sudah melakukan sosialisasi ramah anak di Kecamatan Purwakarta, Bungursari, Campaka, Cibatu, Pasawahan, Pondoksalam, dan Plered," tambahnya.

Lebih jauh dia menyebutkan, kegiatan deklarasi sekolah ramah anak serta sosialisasi pengembangan gugus tugas trafficking tahun 2019 itu selalu diisi dengan pengumpulan tanda tangan sebagai bukti dukungan.

Mengenai fasilitas publik ramah anak di Purwakarta, sejauh ini Pemkab Purwakarta terus menggenjot salah satu elemen menjadi nilai acuan. Untuk itu, Taman Surawisesa, Bale Pasanggrahan Padjajaran, dan taman lainnya diklaimnya sudah memenuhi kriteria KLA. 

"Kalau fasilitas, sejak 2015an pembangunan taman-taman di Purwakarta sudah masuk kriteria ramah anak. Hanya saja, fokus mengejar predikat KLA itu kita targetkan pada tahun ini," jelasnya. (Adv)

Loading...