Ternyata...Pajak Tambang Tak Bisa Diandalkan Purwakarta

Ternyata...Pajak Tambang Tak Bisa Diandalkan Purwakarta

INILAH, Purwakarta – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta melansir capaian pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pajak, hingga triwulan ketiga ini telah mencapai 59,67% dari target yang telah ditentukan. Adapun target PAD 2019 sendiri, mencapai Rp500 miliar.

Kepala Bapenda Kabupaten Purwakarta, Nina Herlina menuturkan, selama ini PAD di wilayahnya mengandalkan 10 sektor pajak. Dari 10 potensi pendapatan pajak tersebut, ada dua sektor yang belum bisa tergali dengan maksimal, yakni sektor pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pajak MBLB (Galian C).

“Meski begitu, kami optimistis target PAD ini bisa tercapai hingga akhir tahun nanti,” ujar Nina kepada INILAH, Selasa (15/10/2019).

Optimistisnya itu bukan tanpa alasan. Mengingat, di tahun ini banyak program yang akan digulirkan jajarannya untuk menggenjot pendapatan di sektor pajak itu. Apalagi, saat ini banyak potensi pajak yang bisa digalu sebagaimana yang telah diatur dalam UU no 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Di antaranya, pajak hotel, restoran, reklame, parker, dan pajak air tanah.

Sejauh ini, kata dia, potensi pajak dari sektor PBB dan pajak penerangan jalan (PPJ) yang paling diandalkan. Karena, pendapatan dari dua sektor itu yang paling besar. Adapun target pendapatan dari PBB, tahun ini mencapai Rp 71 miliar. Hingga Oktober ini, sudah tercapai 88 %. Sedangkan, dari PPJ, tergetnya mencapai Rp 68 miliar dan sudah terealisasi 72,73 %.

“Sebenarnya, dari BPHTB dan MBLB juga kami andalkan. Namun, sepertinya akan jauh dari harapan. Secara teknis ada kendala di dua sektor pajak tersebut. Yakni, mengenai peraturan perudang-undangannya. Makanya, belum bisa tergali dengan maksimal,” jelas dia. (asep mulyana)
 

Loading...