Kabupaten Bogor Harus Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

Kabupaten Bogor Harus Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Babakan Madang - Bupati Bogor Ade Yasin akan mengembalikan lagi Bumi Tegar Beriman menjadi daerah lumbung pangan nasional. Tugas ini diperintahkan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

"Bupati Ade Yasin tadi berpesan tugas mengembalikan Kabupaten Bogor sebagai lumbung pangan nasional ini bukan hanya tugas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) tetapi juga tugas Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup  maupun PD Pasar Tohaga," ucap Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin kepada wartawan usai membuka Rakor Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten Bogor di Darmawangsa Park Hotel, Selasa (15/10).

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu ini menambahkan apabila ketahanan pangan tidak dilakukan secara bersama, maka siap-siap saja kita akan kekurangan pangan hingga anak - anak kita mengalami gizi buruk.

"Kabupaten Bogor ini lahannya sangat subur makmur hingga tinggal kemauan kita apabila menginginkan ketahanan pangan yang baik hingga menjadi lumbung pangan nasional. Jikalau kita tidak melakukan ketahanan pangan maka gizi balita atau anak - anak kita terancam buruk hingga statusnya stunting," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Soetrisno menjelaskan ketahanan pangan Kabupaten Bogor masih 61 persen dan presentase ini akan terus ditambah dengan melakukan berbagai upaya.

"Untuk meningkatkan  ketahanan pangan dan kembali menjadi lumbung pangan nasional selain mengajak masyarakat menanam kebutuhan bumbu dapur di perkarangan, Pemkab Bogor akan menetapkan Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B), mengidentifikasi peningkatan produk tertentu perhektare, mensosialisasikan pentingnya teknokogi pertanian kepada para petani, membangun irigasi di daerah sawah tadah hujan, melibatkan pengusaha dalam produksi pertanian dam lain sebagainya," jelas Soetrisno.

Dokter hewan lulusan IPB University ini melanjutkan jajarannya bersama para camat, pemerintah desa  juga akan bekerja sama membangun kampung percontohan pangan tertentu sesuai potensi masing - masing wilayah.

"Saat ini pemerintah desa punya Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemkab Bogor, nanti para Camat, DKP dan SKPD terkait akan membangun kampung percontohan pangan nasional sesuai potensi yang ada. Nanti setiap kecamatan diharuskan membangun satu kampung percontohan hingga angka ketahanan pangan kita meningkat," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

Loading...