Trauma Angkahong, DPRD Coret Anggaran Pembebasan Lahan Jembatan Otista

Trauma Angkahong, DPRD Coret Anggaran Pembebasan Lahan Jembatan Otista
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Trauma dengan kasus pembebasan lahan Warung Jambu Dua atau kasus Angkahong beberapa tahun silam, DPRD Kota Bogor mencoret anggaran pembebasan lahan untuk pelebaran Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kecamatan Bogor Tengah, sebesar Rp3 miliar.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat setelah disempurnakan DPRD Kota Bogor, ada satu mata anggaran yang tadinya akan ditambahkan untuk pembebasan lahan Jembatan Otista, terpaksa tidak disetujui karena belum ada hasil nilai appraisal.

"Kami khawatir kalau tanpa adanya appraisal sebagai dasar, bisa menjadi seperti peristiwa pengesahan anggaran tahun 2014 terkait pembebasan lahan Jambu Dua," ungkap Atang kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Atang melanjutkan, anggaran Rp3 miliar untuk pembebasan lahan dialihkan ke Bantuan Tak Terduga (BTT). Melihat curah hujan sudah cukup tinggi sehingga tidak ada salahnya mempersiapkan dana tak terduga bagi bencana.

"Saya pikir Pemkot Bogor lebih butuh dana tidak terduga dari kejadian yang tak terduga. Karena kejadian bisa saja kapan terjadinya dengan intensitas hujan tinggi saat ini. Walupun kita tidak berharap ada peristiwa itu," tambahnya.

Atang menjelaskan, DPRD menyepakati anggaran lainnya yang diajukan ke Pemkot Bogor. Untuk jembatan Otista, ada mata anggaran di APBD perubahan 2019. Harusnya segera dilakukan appraisal terkait hal ini.

"Kalau pertengahan November 2019 bisa keluar angka appraisal, mudah-mudahan bisa dimasukkan APBD tahun 2020 pembebasan itu. Sehingga proyek jalan Otista bisa dilaksanakan dengan anggaran Provinsi Jawa Barat ditahun 2020," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, untuk proses saat ini tengah direview desain Jalan Otista, nantinya pihaknya berharap pekerjaan fisik dilakukan Pemprov Jawa Barat.

"Lebih aman dan lebih enak kalau tinggal nerima saja. Sosialisasi belum dilakukan dan bidang yang akan terkena belum diketahui. Kami hasil identifikasi akan diajukan ke BPN. Kebutuhan estimasi Rp40 miliar untuk jembatan Otista," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...