Pemkab Bandung Siap Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis TI

Pemkab Bandung Siap Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis TI
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kecamatan di Kabupaten Bandung Berbasis Teknologi yang digelar di Hotel Sahid Sunshine Soreang, Selasa (15/10/2019). (agus sn)

INILAH, Soreang - Pemerintah Kabupaten Bandung terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang dimulai sejak tahun 2012 silam.

Sistem pelayanan Paten ini dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas layanan menjadi lebih prima melalui kecanggihan teknologi.

Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kecamatan di Kabupaten Bandung Berbasis Teknologi yang digelar di Hotel Sahid Sunshine Soreang, Selasa (15/10/2019).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana.

Turut hadir, Asisten Pemerintahan Ruli Hadiana, Kepala Bagian Urusan Pemerintahan Daerah Biro Pemerintahan dan Kejasama Provinsi Jawa Barat Neni Rohaeni, Akademisi Universitas Padjadjaran Dr Dedi Sukarno, dan Kepala Cabang Mandiri Padri Firdaus.

Dalam sambutannya, Teddy Kusdiana menyampaikan, dinamika revolusi industri akan mengarahkan paradigma masyarakat mengenai pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang memangkas birokrasi.

“Adaptasi untuk perubahan ini tentu akan meningkatkan kinerja pemerintah dalam pelayanan publik. Paten sendiri berpeluang mengubah paradigma pelayanan publik, yang tadinya lambat menjadi prima. Tentu saja tujuannya untuk mempercepat pekerjaan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat,“ ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pemerintah kecamatan mempunyai dua kedudukan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yakni pertama, sebagai pelaksana perangkat daerah (PD), atau camat menjadi pelaksana sebagian kewenangan bupati yang dilimpahkan.

Kedua, sebagai penyelenggara urusan pemerintahan pusat di wilayah. Artinya kecamatan mempunyai peran yang sangat strategis di kabupaten, baik dari segi tugas, fungsi, organisasi, sumber daya manusia (SDM), serta sumber pembiayaan.

“Saya mengajak seluruh camat untuk bersinergi meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam hal pendalaman dan pemahaman paradigma pelayanan publik berbasis TI (teknologi informasi) dari berbagai perspektif,” imbuh Teddy.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Mochamad Usman menjelaskan, diskusi tersebut digelar dalam rangka  peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah kecamatan di Kabupaten Bandung dengan dinamika perkembangan revolusi industri 4.0.

Dia menambahkan, forum tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan peran kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik, dengan mengidentifikasi dan memetakan secara sistematis  kedudukan, tugas, wewenang, dan fungsi kecamatan sesuai dengan dinamika perkembangan teknologi saat ini.

“Ini merupakan bagian dari upaya perwujudan smart city di Kabupaten Bandung. Kita akan identifikasi, seberapa siapkah pemerintah kecamatan melakukan keterpaduan sistem pelayanan berbasis teknologi. Nantinya akan dihasilkan roadmap peningkatan mutu penyelenggaraan pelayanan publik yang prima, hemat, cepat, dan tepat,” ujarnya di hadapan para camat se-Kabupaten Bandung.

Beberapa aplikasi pelayanan publik yang tersedia seperti Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kecamatan (Simacan), menurut Usman, belum sepenuhnya bisa dilakukan pemerintah kecamatan. Selain terkendala jaringan internet untuk wilayah, keterbatasan SDM juga menjadi hambatan implementasi Simacan untuk pelayanan publik.

“Melalui FGD ini kita akan lakukan pemetaan kapasitas SDM dan infrastrukturnya. Kita juga akan sempurnakan Simacan dengan aplikasi berbasis pelayanan online, penyempurnaan dari sisi software dan hardware, sehingga ke depan para camat sudah bisa menggunakan tanda tangan digital. Dengan upaya ini kita berharap  pelayanan Simacan di setiap kecamatan akan lebih optimal lagi. Tak terkecuali pelayanan offline juga kita maksimalkan,” harap Usman. (Agus SN)

Loading...