Tatap Kompetisi Karya Ilmiah Tingkat Nasional, Dukung Inovasi Siswa SMAN 3 Bandung

Tatap Kompetisi Karya Ilmiah Tingkat Nasional, Dukung Inovasi Siswa SMAN 3 Bandung
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Bandung Uung Tanuwidjaja dan anggota Komisi D Heri Hermawan mendukung inovasi siswa SMA. (istimewa)

INILAH, Bandung - Menciptakan inovasi sistem pendeteksi masa panen madu berdasarkan perubahan intensitas bunyi buzzer dengan menggunakan nodemcu dan internet of things (IoT).

Adalah dua siswi Tiara Nadita dan Muthia Naila Putri Yudia. Mereka merupakan siswi XII MIPA 6 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Bandung.

Kedatangan Tiara yang ditemani oleh ibundanya diterima langsung oleh Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Kota Bandung.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Bandung Uung Tanuwidjaja dan anggota Komisi D Heri Hermawan menerima dan berdiskusi dengan keduanya.

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh anak-anak muda, seperti Tiara dan Muthia ini, yang memiliki pemikiran inovatif dan kreatif. Ini harus kita dukung, karena Tiara bisa menginspirasi anak muda lainnya untuk melakukan inovasi guna bersaing dengan bangsa lain,” ujar Heri Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, Selasa (15/10/2019).

Ide ini kata Tiara, muncul ketika dirinya melihat sebuah peternakan lebah di daerah Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

“Kita melihat apa yang dibutuhkan, apa yang belum dipenuhin di sana, dan kita buat alat agar peternak lebahnya efisien untuk ngambil madu yang mau dipanen,” ucap Tiara.

Apalagi, kata Tiara, di sana ada sekitar 10 ribu hektar, dan peternak lebahnya tidak selalu muda, pasti ada capeknya. Keduanya berpikir untuk menciptakan alat yang dapat mendeteksi apakah sarang madu telah penuh atau belum.

Hal ini, lanjut Tiara, bisa mengefisiensi waktu maupun tenaga karena peternak tak lagi berjalan jauh maupun mengandalkan perasaan, ketika memanen madu.

“Jadi kami menggunakan IoT, apalagi sekarang semua serba digital, sudah masuk industri 4.0. Jadi kita membuat alat yang bisa membuat efisien untuk peternak madu,” papar Tiara.

Tiara mengaku mengembangkan penelitian berbasis nodemcu dan IoT sehingga peternak tidak perlu lagi memeriksa kotak eram yang berisikan sarang lebah di lahan yang sangat luas.

Pada saat pengambilan data lebah pun tidak terganggu, karena sarang tak perlu dibongkar hanya mengandalkan suara buzzer yang intensitas bunyinya dibaca oleh mikrofon, dan data dikirim ke server IoT.

“Kita buat alat dari nodemcu yang sudah support wi-fi, support IoT, dan kita programming sendiri agar alat ini bisa connect ke web atau aplikasi yang membuat si peternak lebahnya memonitor sarang lebah,” ucapnya.

Inovasi ini lolos kualifikasi pada peringkat 50 besar se-Indonesia tingkat SMA dan peringkat 11 untuk kategori Bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai perwakilan Kota Bandung, dalam kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Meski begitu, Tiara mengaku, membutuhkan dukungan dari sejumlah pihak untuk mengikuti kompetisi karya ilmiah tingkat nasional ini. Pasalnya, keduanya bakal mengikuti pameran dan melakukan presentasi hasil penelitian mereka selama lima hari.

“Kita sudah meminta support kepada beberapa pihak, seperti bank-bank pemerintah, perusahaan swasta, namun tidak ada respons,” ucapnya.

Alasan Tiara mendatangi DPRD Kota Bandung untuk meminta dukungan dari anggota dewan, bahkan dirinya mengaku telah meminta dukungan kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung, namun belum mendapatkan respons positif.

Karena belum ada respons positif, mereka meminta bantuan kepada anggota dewan, terlebih membawa nama Kota Bandung. (okky adiana)

Loading...