Pohon Tumbang di Yasmin Belum Terdata Disperumkim

Pohon Tumbang di Yasmin Belum Terdata Disperumkim

INILAH, Bogor - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor mengatakan pohon tumbang di jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat belum masuk dalam pendataan pohon atau KTP pohon

Kepala Bidang pertamanan, PJU dan dekorasi kota pada Disperumkim Kota Bogor, M Hutri mengatakan pendataan pohon atau program KTP pohon tetap berjalan dari tahun 2016 hingga tahun 2019 saat ini. Pendataan dilakukan bersama dengan pusat penelitian hasil hutan pada kementerian kehutanan

"Dalam tiga tahun sudah terdata sekitar 516 pohon yang ada di Kota Bogor. Nah, untuk yang kejadian di Yasmin atau di Jalan Abdullah bin Nuh memang pendataan belum dilakukan oleh kami," ungkap Hutri kepada INILAH pada Rabu (16/10/2019) sore.

Hutri melanjutkan, pohon tumbang di Yasmin dari informasi dan pendataan pihaknya ada dua pohon yang tumbang, penyebabnya belum diketahui karena dilakukan pemeriksaan pohon.

"Kam pendataan masih berjalan dan masih fokus area yang secara historis ditanami pohon-pohon yang lebih tua. Contoh jalan Pengadilan, Jalan Sawo Jajar dan sekitar taman Heulang di tahun 2019 ini. Tahun sebelumnya  2018, Jalan Ahmad Yani dan Pemuda," tambahnya.

Masih kata Hutri, kemudian Jalan Duanda dilakukan pemeriksaan pohon juga, program ini akan terus ditingkatkan karena langkah dari Pemkot Bogor dalam mengantisipasi pohon tumbang.

"Tahun ini anggaran Rp170 juta untuk kurang lebih 150 pohon. Anggaran setiap tahun tidak ada penambahan. Dari hasil observasi kami jenis pohon yang tumbang di Kota Bogor itu ada pohon randu, mahoni, angsana, kenari, bungur dan pohon pelindung lainnya," jelasnya.

Hutri juga menegaskan, pihaknya melakukan penerapan program KTP pohon secara terprogram, sesuai kondisi pohon yang sudah lama. Karena wilayah Yasmin dinilai relatif lebih baru, melihat tipologi jenis tanaman sekitar Kebun Raya Bogor (KRB) yang perlu didata serta dideteksi.

"Kami masih fokus seputar Istana Bogor program KTP Pohon ini. Saat ini progresnya sudah sekitar 70 persen sampai 80 persen, karena ada ratusan pohon sekitar istana Bogor itu," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...