Bukalapak Jalin Kolaborasi dengan Pemprov Jabar

 Bukalapak Jalin Kolaborasi dengan Pemprov Jabar
INILAH, Bandung - Sebagai perusahaan teknologi terbesar di Tanah Air, Bukalapak berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif. Kini, salah satu unicorn asal Indonesia itu tak hanya sekadar marketplace.
 
Co-Founder & President Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan, pihaknya mengharapkan melalui pemanfaatan teknologi yang dimiliki itu memberikan solusi dan menjadi bagian dari gaya hidup para penggunanya. Startup digital anak bangsa ini memiliki visi untuk menaikkelaskan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (MUKM) di seluruh Indonesia dan memperluas literasi digital demi membangun bangsa.
 
Untuk itu, pihaknya mendirikan kantor baru di Bandung yang dedikasikan khusus untuk riset dan pengembangan. Dia memastikan, akan ada banyakinovasi dan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya produk pelayanan publik yang ditandatangani bersama dengan Pemprov Jabar.
 
"Jalinan kerja sama ini akan diperluas dengan pemerintahan daerah lainnya. Memang, Pemprov Jabar yang cepat merespons. Ini juga untuk terus mendongkrak angka 18% warga Indonesia yang memanfaatkan platform online. Hingga akhir tahun ini, diharapkan angkanya bisa naik 20%," kata Fajrin saat peresmian kantor pusat riset dan pengembangan Bukalapak di Bandung, Jumat (14/12/2018).
 
Terkait bidang kerja yang disepakati, beberapa fokus kerja sama yang disepakati antara lain peningkatan pelayanan publik di Jabar, promosi potensi pariwisata daerah, dan pembinaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi. Sejauh ini, Fajrin menyebutkan ada 100 ribu warung dan 750 pelaku UMKM yang terdaftar di Jabar.
 
"Untuk layanan publik, rencananya pada Januari 2019 mendatang kita akan launching Bukapajak. Yaitu aplikasi layanan e-samsat untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Agenda kerja lainnya akan dikerjasamakan dengan Pemprov Jabar," ucapnya.
 
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyambut baik inisiatif Bukalapak. Dia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan visinya menjadikan Jabar sebagai provinsi digital terdepan di Indonesia.
 
Menurutnya, dengan kehadiran pusat riset dan pengembangan itu akan memperluas area of business opportunity Bukalapak. Dengan kehadiran kantor R&D tersebut diakuinya menjadikan Jabar diminati untuk perusahaan teknologi mendirikan kantornya.
 
"Dengan adanya kantor R&D ini saya menantang Bukalapak untuk bisa memberikan solusi kepada masyarakat yang kesulitan akses teknologi. Harapannya, segala produk desa bisa dikirim ke kota melalui pemanfaatan teknologi digital. Kebutuhannya ada, tapi belum ada yang fokus menggarap itu," sebutnya.