Waktu Mepet, Mungkinkah Proyek Jembatan di Cirebon Tuntas?

Waktu Mepet, Mungkinkah Proyek Jembatan di Cirebon Tuntas?
Ilustrasi

INILAH, Cirebon – Sejumlah proyek jembatan di Kabupaten Cirebon dikhawatirkan tak selesai tepat waktu. Pasalnya, proses lelangnya pun dianggap terlambat, baru digelar menjelang akhir tahun.

“Saya sudah peringatkan, kalau dilelang, pekerjaan sepertinya tidak selesai. Tapi pihak dinas memaksa, dan dijamin akan selesai. Ya sudah, kita lelangkan,” aku Kabag Pengadaan dan Pengendalian Pembangunan (Daalbang) Setda Kabupaten Cirebon, Adil Prayitno, Kamis (17/10/2019).

Menurut Adil, pihaknya sudah melakukan kaji ulang dengan proyek jembatan yang akan dilelang. Namun secara teknis, kajian ada di DPUPR. Kalaupun tidak selesai tepat waktu, semuanya ditanggung Kepala Dinas dan PPKnya. 

Tapi, kata Adil, sepertinya Dinas PUPR juga tahu, bahwa kerjaan itu tidak akan selesai. Kalaupun nanti ada masalah, Daalbang tinggal menegur Dinas PUPR.

“Saya juga yakin, DPUPR pasti tahu kerjaan ini tidak akan selesai. Jangankan 65 hari, diberikan waktu 100 haripun sepertinya tidak akan selesai. Ini kan bukan ranah saya, silahkan DPUPR yang bertanggung jawab kalau ada masalah,” jelas Adil.

Adil menambahkan, ada kesalahan perencanaan yang dilakukan DPUPR. Seharusnya, PPK sudah mengajukan lelang jauh jauh hari, apalagi ini adalah proyek jembatan. Idealnya, untuk proyek jembatan, maksimal pengajuan pada triwulan III, bukan pada triwulan IV. Alhasil, diperkirakan akan ada masalah di akhir tahun ini.

“Memang alasannya penyerapan anggaran. Tapi jangan asal penyerapan, yang ujungnya nanti bermasalah. Kalau saja pengajuan lelang pada triwulan kedua, pasti akhir tahun ini sudah beres. Proyek jembatan itu minimal tiga bulan pekerjaan baru bisa dianggap oke,” tukas Adil.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, beberapa lelang jembatan yang terakhir dilakukan nilainya bervariasi. Mulai dari sekitar Rp400 juta sampai Rp2 milliar. Pekerjaannya sendiri, baru saja dikerjaan beberapa hari lalu. 

Tidak ada satupun pejabat terkait di DPUPR yang bisa memberikan keterangan soal ini. Mereka tidak ada di tempat. Coba dihubungi melalui telepon seluler, tidak ada yang aktif. (maman suharman)
 

Loading...