Harus Mandiri, Bupati Purwakarta Minta DLH Tak Angkut Sampah di Kantor Dinas

Harus Mandiri, Bupati Purwakarta Minta DLH Tak Angkut Sampah di Kantor Dinas
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Asep Mulyana)

INILAH, Purwakarta - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk tidak lagi mengambil sampah yang ada di kantor-kantor pemerintah dan dinas-dinas setempat.

"Ke depan, seluruh kantor pemerintahan, baik OPD, kecamatan, dan kelurahan/desa harus mengelola sampahnya sendiri," ujar Anne kepada INILAH, Kamis (17/10/2019).

Anne menjelaskan, kebijakannya ini telah tertuang dalam Surat Edaran Nomor 658.1/3419/BKPSDM. Poin penting dalam edaran tersebut, yakni menginstruksikan supaya seluruh kantor OPD dan kantor pemerintahan lainnya di wilayah ini untuk menyiapkan dan mengelola sampahnya sendiri.

"Jadi, seluruh kantor pemerintahan harus mengelola sampahnya sendiri. Minimalnya, harus menyiapkan tempat sampah untuk yang organik dan anorganik," jelas dia. Anne menuturkan, surat edaran ini merupakan implementasi dari UU No 18/2018 tentang Pengelolaan Sampah.

Dengan edaran tersebut, mulai saat ini seluruh perangkat pemerintahan wajib menyiapkan tempat pengelolaan sampahnya sendiri. "Jadi, sampah dari dinas-dinas ini tak lagi diangkut oleh petugas kebersihan untuk dibuang ke TPA Cikolotok, tapi harus diolah sendiri," seloroh dia.

Dalam hal ini, Anne berharap, para pegawai bisa sekaligus menjadi agen kebersihan. Minimalnya khusus untuk lingkungannya sendiri. Sehingga, prilaku hidup bersih dan sehat bisa mereka tularkan ke masyarakat.

Karena, menurut dia, persoalan sampah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup saja. Tapi, ini menjadi tanggung jawab bersama, guna terciptanya lingkungan bersih dan sehat. "Sudah seharusnya para abdi negara ini jadi contoh bagi masyarakat. Makanya kita mulai dari pemerintahan," tambah dia.

Dalam hal ini, pihaknya juga berpesan supaya dinas-dinas dan perangkat pemerintahan yang ada untuk mengurangi penggunaan wadah berbahan dasar plastik. Misalnya air kemasan. Caranya, bisa menggantinya dengan kendi atau bahan yang lebih ramah lingkungan.

"Kan di kita ada kendi tanah dari Plered tuh. Bisa gunakan itu. Atau, bisa dengan menyiapkan tempat air minum (dispenser). Jadi kalau pegawai mau minum ya minum di sana. Nanti bawa wadahnya sendiri. Ini sebagai upaya mengurangi produksi sampah plastik," pungkasnya. (Asep Mulyana)

Loading...