Purwakarta Targetkan Jumlah Penderita Stunting Turun 20%

Purwakarta Targetkan Jumlah Penderita Stunting Turun 20%

INILAH, Purwakarta – Kasus stunting saat ini menjadi perhatian Pemkab Purwakarta. Terlebih, data dari Dinas Kesehatan setempat mencatat sekitar 8 % dari jumlah penduduk atau 4.000 jiwa di wilayah ini mengalami masalah dengan tumbuh kembang tubuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan serangkaian program. Pihaknya menargetkan, jumlah warga yang mengalami stunting atau gagal tumbuh ini bisa menurun 10 hingga 20 persen.

“Salah satu upaya kami, yakni dengan melakukan survei gizi, monitoring dan sosialisasi ke masyarakat. Kemudian, bersinergi dengan seluruh stakeholder pemangku kepentingan, untuk berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan prevalensi stunting tersebut,” ujar Deni kepada wartawan, Kamis (17/10/2019).

Menurut dia, pencegahan stunting bukan hanya jadi tanggung jawab dinasnya. Tapi, harus melibatkan beberapa dinas terkait juga. Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

“Jadi soal stunting itu, tidak hanya tugas Dinas Kesehatan saja. Melainkan ada leading sektor harus turut menanganinya. Apalagi, stunting terjadi saat bayi masih dalam kandungan dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Misalnya dari mulai dari asupan makaman, kebersihan lingkungan dan lainnya,” jelas dia.

Deni optimistis jika kasus stunting di Kabupaten Purwakarta bisa terus mengalami penurunan. Caranya, dengan terus memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil yang dilakukan oleh dinas terkait tersebut.

“Kami targetkan tahun ini juga stunting mengalami penurunan 20 sampai 10%,” harap dia.

Terkait upaya penanganannya sendiri, kata dia, yakni dengan cara survey gizi. Jika anak tersebut teridikasi kekurangan asupan gizi, pemerintah akan memberikan bantuan berupa pembagian daging, telur dan susu gratis sebagai asupan gizi.

“Nanti perkembangan si anak tersebut terus dimonitor,” tambah dia.

Selain itu, sambung dia, upaya pencegahan lainnya yakni melalui pemberian vitamin gratis bagi calon ibu, supaya kasus stunting bisa diminimalisasi. Sehingga, bayi yang nantinya terlahir dari rahim si ibu tersebut bisa tumbuh sehat.

Seperti diketahui, Stunting selama ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius semua pihak. Stunting adalah kondisi dimana tubuh manusia tak bisa tumbuh dan berkembang secara normal.

Stunting biasanya menyerang anak-anak. Secara kasat mata, pertumbuhan mereka akan terlihat tidak normal alias lebih pendek (kerdil). 

Meski belum dikatakan sebagai penyakit, stunting ternyata harus diantisipasi. Karena, selain menyerang kondisi pertumbuhan anak tersebut, dampak lainnya akan menjadikan anak tersebut mudah sakit. Bahkan, yang paling parahnya, fungsi otaknya tidak bisa bekerja optimal. (Asep Mulyana)

Loading...