Belajar Online Sambil Menghasilkan Uang

Belajar Online Sambil Menghasilkan Uang
istimewa

INILAH, Bandung-Sejumlah remaja di Inggris memanfaatkan media sosial untuk menghasilkan uang dengan cara yang unik, yaitu membuat video tentang mereka sendiri saat belajar. Tidak saja menghasilkan pendapatan, mereka kini dianggap sebagai selebritas media sosial.

Mengutip VOA News, Jade Bowler, Ruby Granger, Jack Edwards, dan Eve Cornwell termasuk remaja yang sukses sebagai seorang 'StudyTubers'. Aksi mereka saat belajar disaksikan jutaan kali lewat YouTube oleh pengikutnya.

Melalui video tersebut, mereka membagikan tips tentang mengerjakan PR dan produktivitas belajar bagi sesama remaja yang mengalami situasi yang sama.

Seperti halnya seorang pesohor, masing-masing mereka juga memiliki seorang manajer.

Jade Bowler, yang menggunakan nama 'Unjaded Jade' dalam YouTube, memiliki 360 ribu pengikut. Ia membuat video Study With Me yang memperlihatkan dia belajar selama dua jam penuh. Sejak tahun 2017, Bowler telah membuat ratusan video yang memberikan tips proses belajar.

Sedangkan Ruby Granger membuat video yang memperlihatkan ia sedang belajar matematika, mengerjakan tugas kimia, memperbaiki tugas Bahasa Inggris dan mengerjakan karangan Filsafat, semuanya sebelum sarapan.

Izzy Siddall, 16 tahun, mengatakan, menonton 'StudyTuber' membantunya dalam melewati masa ujian dan tidak merasa sendirian.

"Saya baru saja menyelesaikan GCSE saya. Jadi menonton video revisi ini sangat membantu saya dan mengurangi rasa kesendirian saya," katanya.

Sementara Emily Hilson, 19 tahun, mengatakan, ia seolah-olah seperti mengenal mereka dan ingin tahu apakah mereka dapat mencapai sasaran yang diinginkan.

"Anda merasa seperti mengenal mereka. Anda ingin mengikuti mereka dan melihat apakah mereka mencapai tujuan mereka," kata dia.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan National Citizen Service atau NCS, 29 persen remaja mengakui studytubers memberi dukungan sosial bagi murid-murid yang merasa kesepian.

Sedangkan bagi sebagian orang tua, mereka merasa kuatir bahwa remaja mereka menghabiskan banyak waktu menonton YouTube dibandingkan tayangan TV. Video-video itu mungkin digunakan sebagai alasan untuk tidak belajar. (inilah.com)

Loading...