500 Industri Kreatif Binaan Tel U Siap Bersaing di Pasar Internasional

500 Industri Kreatif Binaan Tel U Siap Bersaing di Pasar Internasional
(Foto: Dani

INILAH,Bandung- Sekitar 500 industri kreatif di Kabupaten Bandung yang menjadi binaan Telkom University diklaim siap bersaing di pasar internasional.

Para pelaku industri kreatif tersebut adalah bagian dari 1.500 Usaha Kecil Menengah (UKM) kreatif yang ada dan mendapat pembinaan setiap semester dari Fakultas Industri Kreatif.

Dewan Fakultas Industri Kreatif Telkom University, Didit Widyatmoko mengatakan, pihaknya sebagai akademisi memang memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan antara pelaku UKM kreatif dengan pasar dunia. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung berkarya di studio.

"Studi lapangannya saat ini kami mengambil produk dari pelaku UKM Kabupaten Bandung. Kami meneliti produk mereka dan mencari solusi bagaimana cara memajukannya, lalu mengembalikan metode pengembangan tersebut kepada para pelaku," kata Didit saat diwawancarai di sela Konferensi Internasional Bandung Creative Movement di Auditorium Damar Kampus Tel-U, Dayeuhkolot, Kamis (17/10/2019).

Dikatakan Didit, dalam praktiknya UKM kreatif yang dibina terbagi masing-masing 300 pelaku usaha di setiap program studi. Sementara lima program studi yang membantu pengembangan produk UKM adalah prodi desain komunikasi visual, desain interior, kriya tekstil mode, desain produk dan seni rupa.

"Sejak beberapa tahun terakhir industri kreatif menjadi primadona, sehingga pemerintah pun membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kami juga lihat sudah banyak negara yang maju berkat industri kreatif, Indonesia juga harus bisa seperti itu," ujarnya.

Didit  berharap, ke depan UKM binaan tersebut bisa bersaing memajukan industri kreatif dan memajukan bangsa Indonesia. Sebab, Didit menilai, industri kreatif saat ini menjadi salah satu akselerator kemajuan bangsa.

Terkait konferensi itu sendiri, ia menegaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah bagi Telkom Universty sebagai peneliti, untuk melaporkan hasil penelitian dan pengembangannya terhadap kemajuan industri kreatif di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung. Dengan begitu produk industri kreatif Kabupaten Bandung juga bisa lebih dikenal oleh pasar dunia.

Sementara itu Ketua Panitia Konferensi Internasional Bandung Creative Movement, Fajar Ciptandi mengatakan, konferensi tersebut memasuki tahun keenam atau tepatnya sudah sejak 2014 lalu.

Pada setiap gelaran, pihaknya mengundang peneliti dari beberapa Universitas negara lain. Kali ini, peneliti yang diundang dari Science University Malaysia dan Mahidol University Thailand. 

"Dalam konfresi ini mereka mempresentasikan hasil risetnya di bidang desain, seni dan industri kreatif yang mereka lakukan terhadap pelaku industri kreatif di negara masing-masing. Kami saling berbagi dan menginspirasi industri kreatif masing-masing," katanya.(rd dani r nugraha).

Loading...