Natal dan Tahun Baru, Volume Penumpang KA Diprediksi Naik

Natal dan Tahun Baru, Volume Penumpang KA Diprediksi Naik

INILAH, Cirebon - Volume penumpang kereta api (KA) pada angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon diprediksi naik 5%.

 

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro menyebutkan, volume penumpang KA keberangkatan diperkirakan meningkat menjadi 115.110 orang. Pada angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 lalu, tercatat volume penumpang 109.459 orang.

 

"Ada prediksi kenaikan sekitar 5%," ungkap Kris.

 

Untuk melayani masyarakat yang hendak menggunakan jasa angkutan KA, pihaknya mengoperasikan beberapa KA reguler dan KA tambahan sejumlah 5.766 tempat duduk (TD). KA-KA tersebut akan menuju Jakarta atau kota-kota besar lain di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

KA reguler dan tambahan yang akan dioperasikan masing-masing Argo Jati relasi Cirebon- Gambir dengan jam keberangkatan 05.25 WIB (kapasitas 450 TD), Argo Jati relasi Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan 13.50 WIB (450 TD), Tegal Bahari relasi Tegal-Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan Tegal 05.40 WIB dan Cirebon 07.25 WIB (490 TD), Tegal Bahari relasi Tegal-Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan Tegal 14.50 WIB dan Cirebon 16.05 WIB (490 TD), Tegal Bahari relasi Tegal-Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan Tegal 17.00 WIB dan Cirebon 18.30 WIB (490 TD), Cirebon Ekspres relasi Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan 05.50 WIB (490 TD), Cirebon Ekspres relasi Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan 08.30 WIB (490 TD), Rangga Jati relasi Cirebon-Banyuwangi dengan jam keberangkatan 05.00 WIB (506 TD), Argo Jati Tambahan relasi Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan 21.15 WIB (450 TD), Senja Utama Cirebon relasi Cirebon-Pasar Senen dengan jam keberangkatan 15.10 WIB (520 TD), Argo Jati Fakultatif relasi Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan 11.00 WIB (400 TD), serta Cirebon Ekspres Fakultatif relasi Cirebon-Gambir dengan jam keberangkatan 16.45 WIB (540 TD).

 

Tiket KA angkutan Natal dan Tahun Baru sendiri sudah dapat dibeli sejak kini dan masih banyak kuota tersedia. PT KAI sendiri menetapkan masa posko angkutan Natal dan Tahun Baru ini selama 18 hari, sejak 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019.

 

"Kami imbau masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang akan menggunakan moda transportasi kereta api untuk segera menyusun jadwal perjalanan dan memesan tiket di seluruh channel resmi penjualan tiket KAI," kata Kris.

 

Dari aspek sarana, kali ini PT KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan 16 unit lokomotif, 91 armada kereta, serta satu unit crane. Sementara, guna memberi rasa aman bagi pengguna jasa KA, disiagakan pula 352 personel keamanan yang terdiri dari 127 personel Polsuska, 218 personel security, tujuh personel staf, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 80 personel, termasuk K-9.

 

"Para personel keamanan ini akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun berpatroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lain, seperti dipo lokomotif dan kereta," terang Kris.

 

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tak ketinggalan, tenaga flying gank, petugas penilik jalan (PPJ) ekstra, penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, dan petugas posko daerah rawan, disiagakan pula di sepanjang lintas untuk mencegah gangguan perjalanan KA.

 

Meski jumlah PJL ditingkatkan, pihaknya mengingatkan seluruh masyarakat pengguna jalan tetap mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang. Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dan UU 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan, perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.

 

Terpisah, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy menyatakan, rekayasa lalu lintas bakal diberlakukan pada masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Pihaknya sendiri menyiagakan sekitar 800 personil untuk pengamanan.

 

"Mengingat pada masa ini merupakan musim libur, dipastikan jalanan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota padat. Maka, akan kami berlakukan rekayasa lalu lintas," ujarnya.