3 Orang Ini Dicuekin Rasulullah dan Kaum Muslimin

3 Orang Ini Dicuekin Rasulullah dan Kaum Muslimin
Foto: INILAHCOM

BAGAIMANA rasanya bila kau ditakacuhkan orang saleh? Tentu sangat sedih dan menyakitkan. Itu baru ditakacuhkan orang saleh, bagaimana kalau ditakacuhkan oleh Rasulullah SAW?

Ketika ada tiga orang yang tidak ikut serta dalam perang Tabuk, maka Rasulullah SAW dan seluruh kaum muslimin mengisolasi mereka.

Peristiwa tersebut dikisahkan oleh Ibnu Hisyam dalam sirahnya, "Ketika Rasulullah SAW kembali ke Madinah beliau mengetahui ada beberapa orang munafik yang tidak ikut serta dalam peperangan. Juga ada tiga orang dari kalangan muslimin, yaitu;

1. Kaab bin Malik

2. Murarah bin Rabi

3. Hilal bin Umayah

Bukan karena keraguan atau sifat nifaq. Karena itu Rasulullah berkata kepada para sahabat," Jangan sekali-kali berbicara dengan salah seorang dari mereka."

Maka secara serempak kaum muslimin pun melakukan gerakan tutup mulut terhadap mereka bertiga. Sementara orang-orang munafik yang membelot mendatangi Rasulullah untuk mengemukakan alasan ketidakikutsertaannya berperang dengan bersumpah. Rasulullah tidak menghukum mereka. Meski sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya tidak akan mengampuninya. [bersamadakwah]

Tampar Siswa, KPAI Kecam Tindakan Agus Setiawan

INILAH, Jakarta - Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan pihaknya mengecam keras tindakan Agus Setiawan, motivator bisnis online yang dianggap melanggar Undang-undang Perlindungan Anak.

"KPAI mengecam penamparan terhadap delapan siswa salah satu SMK swasta di Kota Malang yang diduga kuat dilakukan oleh seorang 'motivator' bernama Agus Setiyawan (AS), saat menjadi narasumber di sekolah tersebut," katanya, Minggu (20/10/2019).

Ia pun mengapresiasi pihak yang melaporkan kejadian itu ke polisi. Menurut KPAI, Agus sudah tak patut jadi motivator bagi anak-anak. "KPAI menilai AS tidak patut lagi menjadi motivator, terutama bagi anak-anak karena yang bersangkutan sangat temperamental, mudah marah hanya karena masalah sepele. AS harus belajar dulu dengan para guru yang mampu mengelola kelas dengan baik setiap hari meski menghadapi 'kenakalan ala anak-anak'," ujarnya. Ia berharap Agus mendapat hukuman maksimal karena perbuatannya juga disaksikan oleh ratusan anak.

Di sisi lain, ia menyatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap para korban kekerasan Agus dan mengawal proses hukum di kepolisian. "KPAI akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar ada evaluasi ke depan untuk sekolah-sekolah mengundang motivator. KPAI juga akan berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Malang untuk rehabilitasi psikologis anak-anak korban pemukulan motivator," tandansya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Kota Malang AKBP Doni Alexnder mengatakan pihaknya telah resmi menetapkan motivator Agus Setiawan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Agus ditangkap polisi pada Jumat, (18/10/2019) kemarin di Bandara Juanda, Surabaya. Agus Setiawan terbukti menampar sepuluh siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang. Bukti itu didapat sesuai dengan video yang viral dan pengakuan dari tersangka. "Sementara kita kenakan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara," katanya, Sabtu, (19/10/2019).

Diketahui, Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, dihebohkan dengan video kekerasan yang dilakukan oleh seorang motivator Agus Setiawan karena menampar delapan siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang, dalam sebuah kegiatan seminar, Kamis (17/10/2019) lalu. Agus diduga tersinggung dengan siswa yang tertawa di kegiatan itu. Siswa tertawa karena dalam sebuah pemaparan seminar terjadi salah penulisan. Dimana seharusnya menulis Goblok namun justru tertulis Goblog. Karena ejaan yang salah itulah siswa lantas tertawa. (INILAHCOM)

Loading...