Jangan Abaikan Ancaman Banjir dan Longsor

Jangan Abaikan Ancaman Banjir dan Longsor
Foto: Net

INILAH, Cirebon – Hujan yang belum juga kunjung turun diwilayah Cirebon membuat sebagian wilayah, khususnya di Kabupaten Cirebon, mengalami kekeringan dan darurat air bersih. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meminta masyarakat tetap waspada dengan bahaya banjir yang sebentar lagi datang.

"Saat ini sebagian besar wilayah di Kabupaten Cirebon memang sedang darurat air. Tapi jangan lupa, sebentar lagi musin hujan tiba. Waspadalah dengan bahaya banjir yang senantiasa mengancam," kata Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPDB Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman kepada wartawan, Minggu (20/10/2019).

Eman menjelaskan, tanggap darurat kekeringan sebagian besar berlaku pada wilayah yang diprediksi menjadi langganan banjir setiap tahun. Tercatat, wilayah yang saat ini mengalami kekeringan dan krisis air bersih, hampir seluruhnya termasuk wilayah yang nantinya akan menjadi langganan banjir.

"Setiap tahun ya selalu begini. Saat musim kemarau wilayah mereka krisis air bersih karena kekeringan. Tapi saat musim hujan, mereka terkena banjir. Maka kami tidak aneh, karena selesai kemarau, pasti datang bajir dengan wilayah yang sama," ungkap Eman.

Meskipun saat ini BPBD sedang konsentrasi dengan penyaluran air bersih, persiapan menghadapi banjirpun sudah diantisipasi. Tidak hanya banjir, bencana longsor, kata Eman, persoalan yang akan dihadapi saat musim hujan tiba. Pihaknya sudah menyiapkan personil serta beberapa perahu karet yang memang merupakan kelengkapan dalam menghadapi kondisi banjir dan tanah longsor. Eman mengaku, BPBD sudah siap terjun ke lapangan, saat musim hujan datang.

"Semua berharap tidak ada banjir dan besar dan bencana longsor seperti tahun lalu. Tapi secara kasat mata bisa diprediksi, intensitas hujan yang tinggi, akan mengakibatkan banjir diwilayah yang menjadi langganan," ungkap Eman.

Sedangkan masalah anggaran, Eman mengaku menggunakan dana yang sudah disiapkan dan bisa digunakan kapan saja. Sayangnya, dia enggan merinci berapa anggaran yang sudah disiapkan menghadapi kondisi banjir dan tanah longsor. Alasannya, menghadapi kondisi kekeringan saja, masih dibantu PDAM dan belum tahu berapa anggaran yang dihabiskan.

"Yang penting bantuan jalan terus. Anggaran asal jelas sumbernya dan tidak menyalahi aturan, pasti akan kita gunakan," tukas Eman.

Sedangkan data dari BPBD Kabupaten Cirebon menyebutkan, ada 23 kecamatan di wilayah Cirebon yang diprediksi akan kembali menjadi langganan banjir. Kecamatan tersebut adalah

Kecamatan Ciledug Kecamatan Pabedilan, Pasaleman, Gebang, Losari, Waled, Mundu, Lemahabang, Astanajapura, Pangenan, Gunungjati, Kedawung, Plumbon, Plered, Tengah Tani, Suranenggala, Kapetakan, Klangenan, Panguragan, Susukan, Gegesik, Ciwaringin dan Kecamatan Jamblang.

Sedangkan untuk daerah rawan longsor dan gerakan tanah meliputi Kecamatan Dukupuntang, Sumber, Gempol, Sedong, Greged, Ciwaringin dan Kecamatan Beber.

Tercatat, tahun lalu saja kerugian infrastruktur akibat banjir dan tanah longsor mencapai Rp141 milliar. Akibat longsor ada sekitar 43 rumah rumah dan 55 KK serta 218 jiwa terdampak dari bencana longsor saja. Sedangkan ada sekitar 40 ribu jiwa yang terdampak banjir saat itu.

Masalah besar kembali menghadang, khususnya di wilayah cirebon timur. Puluhan ribu kubik sampah yang tercecer karena gagalnya proyek Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Kecamatan Pasaleman, akan menjadi penyumbat saluran air, dan memicu potensi banjir lebih besar lagi dibanding tahun lalu. (Maman Suharman)

Loading...