Bupati Anne Ajak Warga Bebersih Lingkungan, Ini Alasannya...

Bupati Anne Ajak Warga Bebersih Lingkungan, Ini Alasannya...
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (kiri). (Dok InilahKoran)

INILAH, Purwakarta – Sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta rawan bencana alam kala musim hujan tiba. Tak mau kecolongan, jajaran pemkab setempat saat ini mulai melakukan serangkaian antisipasi guna menyambut pergantian musim nanti. 

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengakui jika sebagian wilayahnya kerap dihantui peristiwa bencana alam. Sebut saja salah satunya, bencana akibat pergerakan tanah (longsor). Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisa masyarakat untuk mewaspadai bencana musiman tersebut.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama mengantisipasi datangnya musim hujan. Supaya, dampak bencana pergantian musim nanti bisa diminimalisasi,” ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Menurut Ambu Anne, salah satu upaya yang bisa dilakukan, yakni dengan menggalakan ‘bebersih’ lingkungan. Sehingga, dampak bencana bisa diminimalisasi. Terlebih, merujuk pada data dinas terkait di akhir 2018 kemarin, di wilayahnya ada tiga bencana alam yang paling diantisipasi. Yakni, tanah longsor, puting beliung dan banjir.

“Sebagai bagian dari antisipasi, kami juga telah mengintruksikan supaya para para camat dan kades/lurah untuk tanggap bencana. Apalagi, saat memasuki pergantian musim (kemarau ke hujan) nanti,” jelas dia.

Anne menjelaskan terkait bencana alam akibat pergerakan tanah di wilayahnya. Hal itu, menurutnya, bisa saja terjadi di wilayahnya. Apalagi, jika menilik dari kontur tanah di beberapa wilayah di Purwakarta yang terdiri dari tanah lempung. Sehingga sangat berpotensi terjadi longsor.

“Kalau merujuk pada data, ada beberapa desa di 12 kecamatan yang ada, berpotensi terjadi pergerakan tanah. Makanya, ini harus diantisipasi bersama-sama. Kebanyakan, wilayah rawan longsor ini berada di daerah perbukitan yang kontur tanahnya jenis lempung. Sehingga, saat diguyur hujan tanah tersebut bisa menjadi medan luncur,” kata Anne.

Anne menambahkan, untuk wilayah yang rawan longsor, itu ada beberapa kecamatan yang paling diawasi. Terutama, di wilayah Selatan atau daerah pegunungan. Semisal, Kecamatan Pondoksalam, Bojong, Darangdan dan Wanayasa. Hal itu, merujuk pada kejadian yang kerap terjadi di wilayah-wilayah tersebut.

Sedangkan, sambung Anne, untuk bencana banjir sebenarnya nyaris tidak ada daerah yang rawan di wilayah kerjanya. Kalau pun ada, itu adalah banjir cileuncang yang diakibatkan adanya drainase yang tersumbat sampah.

“Untuk daerah rawan puting beliung, yang paling kita awasi itu kecamatan kota dan Babakan Cikao,” pungkasnya. (Asep Mulyana)

 

 

 

 

 

 

 

Loading...