Segala Sesuatu yang Memabukkan

Segala Sesuatu yang Memabukkan
Ilustrasi/Net

DI antara dua pendapat soal khomr, pendapat pertama yang mengatakan bahwa khomr itu meliputi segala sesuatu yang memabukkan sedikit ataupun banyak, baik berasal dari anggur, kurma, gandum, atau yang lainnya dinilai lebih tepat.

Pertama: Dalil syari lebih mesti didahulukan daripada definisi bahasa. Perasan anggur adalah pengertian khomr secara bahasa. Sedangkan secara syai, khomr bermakna lebih luas yaitu segala sesuatu yang memabukkan, baik berasal dari perasan anggur, perasan kurma, dan lainnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Yang semestinya diketahui dengan seksama bahwa lafazh yang terdapat dalam Al Quran dan Al Hadits jika telah diketahui tafsirannya dan pengertiannya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka seharusnya tidak perlu menoleh lagi pada berbagai hujjah yang disampaikan oleh pakar bahasa dan lainnya."

Kedua: Jika khomr dibatasi hanya pada perasan kurma, berarti kita telah mengeluarkan berbagai macaman minuman yang memabukkan dari definisi khomr. Padahal definisi khomr yang tepat adalah sebagaimana hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yaitu segala sesuatu yang memabukkan. Jika melakukan demikian, maka itu berarti kita telah melakukan taqshir (pengurangan) dan taqshir termasuk bentuk kelewatan dalam batasan-batasan Allah. Jika kita menetapkan bahwa segala sesuatu yang memabukkan, maka kita pun tidak perlu berdalil dengan qiyas untuk menetapkan hukum bagi minuman yang memabukkan lainnya.

Ketiga: Di Madinah dulu, tidak ada satu pun khomr yang terbuat dari anggur. Malah khomr yang ada terbuat dari kurma.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Kata khomr yang terdapat dalam bahasa Arab yang digunakan dalam Al Quran mencakup segala sesuatu yang memabukkan baik itu kurma dan selainnya, tidak dikhususkan hanya pada anggur saja. Ada riwayat shahih yang bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini. Tatkala khomr diharamkan di Madinah An Nabawiyyah (setelah perang Uhud) pada tahun 3 H, pada saat itu tidak ada satu pun khomr yang terbuat dari anggur karena tidak ada pohon anggur ketika itu. Khomr penduduk Madinah yang ada berasal dari kurma. Tatkala Allah mengharamkan khomr, penduduk Madinah menuangkan khomr mereka atas perintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bahkan mereka menghancurkan bejana khomr yang ada. Mereka menyebut minuman yang dihancurkan tadi dengan khomr. Oleh karena itu, diketahui bahwa kata khomr dalam Al Quran itu lebih umum dan bukan hanya dikhususkan pada perasan anggur saja."

Kesimpulan: Khomr adalah segala sesuatu yang memabukkan, bukan hanya dibatasi pada perasan anggur saja.

[baca lanjutan]

Loading...