Polres Bogor Minta Rapat Finalisasi Uji Coba 2:1 ke BPTJ

Polres Bogor Minta Rapat Finalisasi Uji Coba 2:1 ke BPTJ

INILAH, Ciawi – Satuan Lalu Lintas Polres Bogor meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk sekali lagi mengadakan rapat terkait pelaksanaan kanalisasi 2:1 (2 jalur naik dan 1 jalur turun atau sebaliknya.

"Sat Lantas Polres Bogor sudah minta sekali lagi diadakan rapat terakhir agar masing-masing pihak mengetahui perannya masing-masing saat kita menerapkan kanalisasi 2:1 di Jalan Raya Puncak mulai dari Gadog,  Ciawihingga simpang Taman Safari Indonesia (TSI)," ujar Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadly Amri kepada wartawan, Senin (21/102/2019).

Ia menerangkan selain rapat, bersama BPTJ, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pramuka dan polisi lingkungan warga (polingga) juga akan melakukan latihan menaruh traffic cone di Jalan Raya Puncak.

"Saat ini kami belum pernah uji lapangan pemasangan  traffic cone, dan sebelum Sabtu (27/10) mendatang uji coba atau latihan ini harus kita lakukan. Untuk target awal pemasangan 1.000 traffic cone ini akan memakan waktu dua jam," terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Ade Yana Mulyana menyetujui usulan Sat Lantas Polres Bogor untuk mengadakan rapat terakhir sebelum pelaksanaan kanalisasi 2:1.

"Rapat terakhir ini penting bersama semua stoke holder penting untuk mensukseskan sistem rekayasa lalu lintas kanalisasi 2:1 hingga mengurangi keterbatasan aksesbilitas," ucap Ade.

Mantan Camat Cileungsi ini akan menempatkan 30 personelnya untuk membantu Sat Lantas Polres Bogor dan BPTJ, ia menuturkan jumlah itu ideal karema jajarannya menugaskan 130 personel lainnya untuk mengurai kemacetan yang ada di Kabupaten Bogor.

"Total jumlah personel kita di lapangan ada 160 orang, 30 personel kami tempatkan di Jalan Raya Puncak sementara 130 personil lainnya kami tempatkan di 80an titik kemacetan lainnya," sambungnya.

Informasi yang dihimpun Inilah coba kanalisasi 2:1 ini akan dilakukan dua kali yaitu pada tanggal (27/10) dan (3/11), rencananya evaluasi sistem rekayasa lalu lintas pengganti satu arah (one way) ini akan dilakukan di akhir bulan November. (Reza Zurifwan)
 

Loading...