Bima Tak Sepakat dengan Jokowi Soal Pemangkasan Eselon

Bima Tak Sepakat dengan Jokowi Soal Pemangkasan Eselon
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya angkat bicara soal pidato pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyampaikan rencana untuk memangkas jumlah eselon. Bima Arya tak sepakat.

Bima menilai eselonisasi di butuhkan untuk keperluan pembinaan. "Kan tidak serta merta seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi kepala dinas, tidaklah. Kira-kira lihat dahulu proses pemangkasan itu, apakah bisa masih melakukan proses pembinaan," ungkap Bima kepada INILAHKORAN.

Bima menegaskan, untuk merealisasikan kebijakan itu perlu kajian serius. Dirinya berharap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) yang baru tidak saja berorientasi pada outcome. Dia melihat perlunya pembangunan sistem kuat.

"Jadi tahun 2024 nanti jangan sampai berubah lagi. Menteri PAN yang baru melakukan kajian," tambahnya.

Bima menjelaskan, jumlah ASN ini, walaupun besar tapi banyak kebutuhan. Karena kebutuhan banyak, ada kebutuhan akuntan, ada juga kebutuhan guru serta dokter, tapi disisi lain harus terpenuhi dengan tidak membebani negara.

"Jangan sampai belanja tidak langsung ini besar. Itu tadi perlu kajian matang dahulu untuk kebijakan itu," jelasnya.

Seperti diketahui, dalam pidato Presiden Jokowi menyampaikan terkait kebijakan pemangkasan eselon.

"Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," terang Jokowi dalam sambutannya dikutip dari CNBC Indonesia. (Rizki Mauludi)

Loading...