Vikram Kumaraswamy Lepas Jabatan Direktur Unilever

Vikram Kumaraswamy Lepas Jabatan Direktur Unilever
Foto: Net

INILAH, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjelaskan menerima surat pengunduran diri Vikram Kumaraswamy selaku direktur perseroan pada 17 Oktober 2019.

Pengunduran diri tersbeut akan efektif per 31 Desember 2019. Alasannya karena Vikram akan menduduki posisi baru pada perusahaan afiliasi perseroan di luar negeri. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (21/10/2019).

Perseroan akan menjadwalkan agenda RUPS untuk diinformasikan secara terpisah.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dengan nama Levers Zeepfabrieken N.V. dan mulai beroperasi secara komersial tahun 1933.

Induk usaha Unilever Indonesia adalah Unilever Indonesia Holding B.V. dengan persentase kepemilikan sebesar 84,99%, sedangkan induk usaha utama adalah Unilever N.V., Belanda. Saham publik sebesar 15%.

Perseroan memiliki kegiatan usaha yang meliputi bidang produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi sabun, deterjen, margarin, makanan berinti susu, es krim, produkproduk kosmetik, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah.

Merek-merek yang dimiliki Unilever Indonesia, antara lain: Domestos, Molto, Rinso, Cif, Unilever Pure, Surf, Sunlight, Vixal, Super Pell, Wipol, Lux, Rexona, Lifebuoy, Sunsilk, Closeup, Fair&Lovely, Zwitsal, Ponds, TRESemme, Dove, Pepsodent, AXE, Clear, Vaseline, Citra, Citra Hazeline, SariWangi, Bango, Blue Band, Royco, Buavita, Walls Buavita, Walls, Lipton, Magnum, Cornetto, Paddle Pop, Feast, Populaire dan Viennetta.

Pada tanggal 16 Nopember 1982, UNVR memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham UNVR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 9.200.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp3.175 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Januari 1982.

Saat ini perseroan diperkuat dewan direksi yang terdiri dari 11 orang. Untuk Presiden Direktur dijabat Hermant Bakshi. Sedangkan dewan komisaris terdiri dari 6 orang dengan Maurits Daniel Rudolf Lalisang selaku presiden komisaris perseroan.

Pada perdagangan awal pekan, harga saham UNVR berakhir di Rp43.425 per saham dari penutupan Rp43.125 per saham. (INILAHCOM)

Loading...