Proyek PISEW Masih Simpang Siur, Swakelola atau Pihak Ketiga?

Proyek PISEW Masih Simpang Siur, Swakelola atau Pihak Ketiga?

INILAH, Cirebon - Sampai saat ini, proyek Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon menyisakan banyak tanya. Informasi menyebutkan, proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga. Namun informasi lainnya, pekerjaan proyek memakai sistem padat karya.

Rahmat, orang yang disebut-sebut mengerjakan seluruh proyek PISEW di Kecamatan Tengah Tani, menolak mentah-mentah tudingan bahwa dia yang mengerjakan. Menurutnya, dia hanya diminta bantuan mengawasi pekerjaan dan tidak turut campur dalam masalah pekerjaan. Dirinya malah menyarankan, untuk menghubungi mandor desa Gesik bernama Didin.

"Saya diminta mengawasi saja. Saya tidak terlibat sama sekali," aku Rahmat ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (22/10/2019).

Hal senada dikatakan Didin mandor proyek. Meskipun dirinya mengakui bahwa ada campur tangan Rahmat namun bukan berarti proyek tersebut dikontraktualkan. Rahmat hanya dilibatkan dalam pengawasan karena dia lebih tahu masalah teknis. Selebihnya, semua proyek dikerjakan sistem padat karya.

"Wajar saya libatkan Rahmat, dia rekanan yang mengerti teknis. Pekerjaan secara swakelola karena ini sistem padat karya. Kalau ada yang mau melaporkan masalah ini ke Kejaksaan, saya siap menghadapi," tantang Didin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gerakan Masyarakat Peduli Reformasi (GMPR) menuding proyek PISEW di Kecamatan Tengah Tani, dikerjakan seorang rekanan berinisial HR. Belakangan diketahui, HR adalah Haji Rahmat salah seorang rekanan Pemkab Cirebon yang cukup punya nama.

Ketua GMPR M Roji menilai, proyek tersebut saat ini sudah banyak yang rusak dan tidak ada anggaran pemeliharaan. Padahal, umur proyek belum ada setengah tahun. Permasalah lain, kenapa proyek tersebut di kerjakan oleh pihak ke tiga. 

Seharusnya, menurut peraturan presiden proyek tersebut adalah proyek padat karya dan dikerjakan masyarakat sekitar yang terkena program PISEW. Roji mengklaim, pihaknya mempunyai bukti akurat program itu dikerjakan rekanan.

"Saya mendengar ada dugaan komitmen fee antara rekanan dan kuwu sebagai penerima bantuan. Harusnya ini program padat karya, tidak boleh dipihak-ketiga-kan. Kamis minggu ini akan saya laporkan ke Kejaksaan," ancamnya. (Maman Suharman)

Loading...