Masalah Citarum, DPRD Segera Terjun ke Lapangan

Masalah Citarum, DPRD Segera Terjun ke Lapangan
Ketua komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Imam Budi Hartono/ foto rianto nurdiansyah

INILAH, Bandung-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendapatkan laporan dari 11 komunitas terkait permasalahan yang masih terjadi di Sungai Citarum. Karena itu, akan segera turun ke lapangan guna meninjau dan mengevaluasi mengenai program Citarum Harum tersebut.

 

Adapun yang dilaporkan oleh 11 komunitas Citarum tersebut, di antaranya permasalahan sedimentasi, pembuangan limbah industri dan rumah tangga, Ipal Komunal serta beberapa masalah lain yang terjadi di hulu sungai Citarum berkaitan dengan reboisasi. 

 

Ketua komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Imam Budi Hartono mengatakan, sebanyak 11 komunitas tersebut selama ini fokus menangani Citarum secara swadaya. 

 

"Dengan adanya laporan ini maka kami akan terjun langsung kelapanga seperti apa masalah yang terjadi, kita juga harus tahu bagaimana keseriusan pemerintah terhadap menanganan sungai Citarum ini," kata Imam, Selasa (22/10/2019).

 

Dia menambahkan, penebangan pohon-pohon keras di hulu sungai Citarum juga menjadi permasalahan yang dilaporkan oleh komunitas tersebut. Di mana hal tersebut selain menyebabkan kerusakan di kawasan hulu juga menyebabkan longsor untuk beberapa titik. 

 

"Artinya di sini kita harus memikirkan bagaiman melakukan reboisasi, jangan sampai ketika melakukan penanaman pohon asal-asalan sehingga tanaman tidak tumbuh, ini kan membuang-buang anggaran," ucapnya. 

 

Menurut Imam, agar tidak menjadi membuang-buang anggaran maka pemerintah harus merubah pola sistem pembayaran pohon di kawasan Citarum. Yaitu pembayaran pohon yang dilakukan oleh pihak ketiga dibayar saat pohon tersebut sudah benar-benar tumbuh. 

 

"Sistem ini juga harus dipikirkan jangan di biarkan begitu saja, jangan sampai mebuang buang anggaran yang cukup besar dari APBN," ucapnya. 

 

Selain akan turun ke lapangan, pihaknya juga bakal melaksanakan  rapat koordinasi dengan sejumlah dinas yang ditunjuk oleh Gubenur Jabar untuk menangani sungai Citarum. Kemudian menurut Imam, jika masih ada permasalahan di Citarum artinya ada ketidak keseriusan penangan, maka lebih baik membentuk lembaga baru yang memang hanya mengurusi saja Citarum, sedangkan sekarang lembaga terpadu yang didalamnya tergabung berbagai intansi pemprov Jawa Barat. 

 

"Jika yang dilibatkan intansi maka akan tidak fokus, citarum ini harus fokus jadi lembaga yang tidak mengurusi hal lain hanya untuk Citarum saja," kata Imam.

 

Imam juga menuturkan, jika masih ada pelanggaran seperti pembuangan limbah rumah tangga sampai industri, disinyalir masih adanya oknum yang menyalahkan gunakan kewenangan satgas ini. "Kami juga akan menelusuri adanya oknum yang bermain dalam penegakan secara hukum pelanggaran di Citarum," kata dia. 

 

Adapun tuntutan yang menajdi dari komunitas Citarum selain laporan yang disampaikan, yang pertama DPRD provinsi Jawa Barat dituntun secepatnya melakukan pantauan langsung kelapangan, kedua bagaimana bisa mengatasi masalah-masalah yang dikeluhkan oleh warga. Dan ketiga berharap juga bisa dilibatkan karena mereka juga menjaga disana yang selama ini mengandalkan secara swadaya. 

 

"Aspirasi ini kami akan tampung dan kemudian akan kami realisasikan secepatnya," pungkasnya. (Riantonurdiansyah) 

Loading...