Puluhan Ribu Jiwa di Kabupaten Cirebon Terdampak Kekeringan

Puluhan Ribu Jiwa di Kabupaten Cirebon Terdampak Kekeringan
istimewa

INILAH, Cirebon - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon merilis, ada sekitar 93.128 jiwa lebih dari 27.193 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Cirebon saat ini terdampak kekeringan dan memerlukan air bersih. 

Data tersebut mulai dihitung mulai Juli hingga awal Oktober tahun ini. Mereka menyebar di 16 kecamatan yang termasuk zona kekeringan terparah di Kabupaten Cirebon.

"Warga yang terdampak kekeringan kemungkinan besar akan bertambah. Sampai sekarang belum ada tanda tanda hujan akan turun. Mungkin awal bulan november, tapi kita kan tidak tahu kenyataannya seperti apa," kata Kasi Kedaruratan Logistik Eman Sulaeman, Rabu (23/10/2019).

Eman menjelaskan, 16 Kecamatan yang terdampak kategori kekeringan parah yaitu Kecamatan Gebang, Gegesik, Gunung Jati, Kaliwedi, Klangenan, Talun, Tengah Tani, Suranenggala, Sedong, Panguragan, Beber, Mundu, Palimanan, Losari dan Kecamatan Ciwaringin. Sementara Kecamatan Gunung Jati merupakan jumlah jiwa terbanyak yang terdampak kekeringan.

"Kecamatan Gunung Jati ada delapan belas ribu jiwa yang terdampak kekeringan. Disini jumlah KKnya juga banyak, ya ada sekitar lima ribuan. Sumber air disini semuanya kering," jelas Eman.

Saat ini lanjut Eman, BPBD terus berkoordinasi dengan PDAM Kabupaten Cirebon agar distribusi air bersih terus dilakukan setiap harinya. Pihaknya telah mendistribusikan lebih dari 3,5 juta liter air bersih dengan pendistribusian sesuai zona. Pihaknya mengerahkan tidak kurang dari 40 personil BPBD yang membantu mendistribusikan air setiao harinya.

"Air bersih dibantu PDAM. Setiap hari tidak kurang dari sepuluh tangki kita distribusikan ke setiap kecamatan. Sejauh ini masih belum ada kendala. Kita berharap, hujan bisa cepat turun supaya kebutuhan air bersih bisa teratasi," ungkap Eman.

Namun menurut Eman, saat awal hujan tidak menutup kemungkinan distribusi air bersih tetap dilakukan. Wilayah pesisir pantai seperti Kecamatan Gunung Jati dan Kecamatan Gebang, biasa tetap perlu pendistribusian air bersih. Ini karena resapan air hujan ke sumur sumur warga belum bisa masuk. Pemkab kata Eman terus memantau perkembangan kecamatan mana saja yang masih memerlukan suplay air bersih.

"Kerja sama dengan PDAM tidak ada masalah. Sumber air bersih stoknya masih cukup. Kita memakai anggaran bansos, yang nantinya kalau sudah bisa dicairkan akan kita bayar ke PDAM. Pokoknya, Pemkab selalu memantau perkembangan kebutuhan air bersih," tukasnya.

Pantauan dikecamatan Gebang menyebutkan, saat pembagian air bersih, masyarakat dengan antusias mengantre sejak pagi dihalaman. Mereka mengaku was-was bila saja pendistribusian air tersendat. Pengakuan warga, bantuan air bersih dari BPBD seminggu bisa dua sampai tiga kali.

"Was-was saja kalau bantuan tidak datang. Tapi sejauh ini lancar. Sehari keluarga saya konsumsi lima belas literan untuk MCK. Bantuan kan ada juga dari organisasi kemasyarakat. Tapi ya tetap saja saya berharap musin hujan segera turun, supaya air lancar," kata salah seorang warga Gebang. (Maman Suharman)

Loading...