24 Desa, 1 Kelurahan, 11 Kecamatan di Garut Krisis Air Bersih

24 Desa, 1 Kelurahan, 11 Kecamatan di Garut Krisis Air Bersih
Foto: INILAH/Zainulmukhtar

INILAH, Garut – Hingga kini, puluhan ribu kepala keluarga (kk) warga Kabupaten Garut tersebar di sedikitnya 24 desa, dan 1 kelurahan di 11 kecamatan mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.

Warga yang mengalami krisis air bersih tersebut bukan hanya di daerah langganan kekurangan air, seperti Cibiuk, Cibatu, dan Selaawi. Juga di daerah terkenal sebagai kawasan sentra pertanian/sayuran di kaki pegunungan, misalnya Cigedug dan Cisurupan.

Desa-desa krisis air bersih tersebut adalah Sukamerang (Kecamatan Kersamanah); Cianten (Kecamatan Banyuresmi); Indralayang (Kecamatan Caringin); Bojong (Kecamatan Banjarwangi); Cigedug, Sukahurip, Sindangsari, dan Cintanagara (Kecamatan Cigedug); Pamulihan, Cisero, Sukatani, Situsari, Tambakbaya, Balewangi, Sirnagalih (Kecamatan Cisurupan), dan Kelurahan Lebakjaya (Kecamatan Karangpawitan).

Juga, Babakan Loa (Kecamatan Pangatikan); Cipareuan, Cibiuk Kaler, Cibiuk Kidul, dan Majasari (Kecamatan Cibiuk); Sukalilah (Kecamatan Cibatu); dan Cigawir (Kecamatan Selaawi). Ada sedikitnya 131.86 kk di desa-desa tersebut mengalami krisis air bersih.

“Sebenarnya jumlah desa dan kecamatan yang mengalami krisis air lebih banyak lagi. Sebab data yang ada sekarang ini baru sementara. Data dari lapangan, belum semuanya terekap,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut TB Agus Sopyan didampingi Kepala Seksi Kesiapsiagaan Yopi Mochamad, Selasa (22/10/2019).

Menurut Agus, pihaknya siap setiap saat melakukan pendistribusian air bersih/air minum ke warga-warga di desa/kelurahan yang mengalami krisis air bersih. Asalkan dilengkapi rekomendasi permohonan dari pemerintah kecamatan bersangkutan.

“Asal ada surat dari kecamatan, kita siap mengirimkan air bersih. Kapan pun. Tidak akan ditunda-tunda,” kata Agus.

Dia menyebutkan,  pengiriman air bersih sendiri kerjasama dilakukan pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Intan Garut.

Pantauan INILAH, tak semua pemerintahan desa mengajukan permohonan bantuan pengiriman air ke Pemkab/BPBD melainkan berupaya melakukan penanganan sendiri dengan mengangkut air bersih langsung dari sumber mata air untuk kemudian dibagikan ke warga. Seperti dilakukan Pemerintah Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah.

Pihak Pemerintah Desa Sukamerang mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan warga di lingkungan Rukun Warga 08 dengan cara mengangkut toren air bersih berkapasitas seribu liter menggunakan kendaaraan truk dari sumber air sumur bor di belakang kantor pemerintah desa setempat. (Zainulmukhtar)

Loading...