Inovasi Pembiayaan Tanpa Rumit Bawa Home Credit Jadi Favorit

Inovasi Pembiayaan Tanpa Rumit Bawa Home Credit Jadi Favorit

ERA Digital telah membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Digitalisasi yang ditandai dengan segala sesuatu berbasis online tak bisa dimungkiri telah membawa babak baru dalam berbagai aspek.

Di samping membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pola belanja yang bergeser ke sistem online, perubahan besar juga terjadi dalam pola pembiayaan. Hal itu terlihat dari terus membanjirnya tawaran program pembiayaan mulai dari yang resmi hingga abal-abal.

Namun, dari deretan perusahaan pembiayaan yang secara gencar menawarkan program-program unggulan, tampaknya sang pelopor pembiayaan berbasis teknologi global yang selama ini mengakomodir pembiayaan online maupun offline yakni Home Credit Indonesia masih menjadi favorit masyarakat. Tak hanya menawarkan kemudahan bagi masyarakat, terus menanjaknya pamor Home Credit Indonesia juga tak lain karena cepatnya proses.

Penelusuran INILAH KORAN terhadap sejumlah nasabah Home Credit, sebagian besar memilihnya karena alasan kemudahan dan kecepatan proses. Reza Bachtiar misalnya, pria asal Kiaracondong, Kota Bandung, ini mengaku memilih Home Credit karena alasan kemudahan saat proses pengajuan pembiayaan.
Dikatakan Reza, perkenalannya dengan Home Credit berawal saat dirinya membutuhkan sebuah ponsel sementara anggarannya terbatas. Berbekal sedikit informasi dari petugas toko, Reza pun kemudian memutuskan untuk membeli ponsel melalui Home Credit.

"Kalau bicara soal bunga sih rasanya semuanya juga hampir sama. Meskipun Home Credit bahkan kadang lebih rendah dibanding beberapa yang lain. Tapi untuk proses saya pikir Home Credit yang terbaik. Karena dalam hitungan menit proses aplikasi sudah dapat diketahui hasilnya," ungkap Reza, Senin (21/10/2019).
Lebih lanjut Reza mengungkapkan, karena proses yang mudah tersebut dia pun kemudian memilih opsi untuk meneruskan menjadi nasabah Home Credit. Karena selepas ponsel, dia pun memilih mengajukan pembiayaan multiguna.

Hal senada juga diungkapkan nasabah lainnya, seorang ibu rumah tangga asal Batununggal, Kota Bandung, Aam Aminah. Menurut Aam, karena dia seorang ibu rumah tangga, pengajuan pembiayaan yang diajukannya memakai nama suaminya.

Aam menuturkan, perkenalannya dengan Home Credit berawal saat dia bersama suaminya berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Saat itu, dia bersama suami kemudian melihat pajangan sofa. "Tidak sengaja ketika sedang melihat-lihat sofa, tiba-tiba petugas tokonya menawarkan bahwa jika tertarik tokonya bisa membantu pembiayaan karena bekerja sama dengan Home Credit. Setelah berunding dengan suami kami pun iseng mengajukan dan ternyata di-acc," ungkap Aam.

Dia menambahkan, setelah berhasil menyelesaikan cicilan furniturnya, kesulitan keuangan juga sempat menghampirinya. Pasalnya, perusahaan catering yang dikelola suaminya mengalami kerugian. Padahal di saat bersamaan, mereka harus membayar THR karyawan karena saat itu bertepatan dengan Lebaran.

Sebagai solusi, dia dan suaminya pun kemudian mencari alternatif dengan mengajukan pembiayaan sebesar Rp25 juta kepada Home Credit. "Alhamdulillah di-acc juga, bahkan sampai saat ini cicilannya belum selesai. Tinggal 10 bulan kalau tidak salah. Karena kita mengambil paket cicilan 18 bulan," tandasnya.

Cerita Reza dan Aam tentu hanya sebagian kecil gambaran bagaimana Home Credit yang masuk ke Indonesia di tahun 2013 ini telah mampu menancapkan fondasinya dengan kuat. Faktanya, kendatipun Home Credit melakukan proses dengan sangat cepat, berbekal keakuratan data saat melakukan survei pada akhirnya mampu menekan kredit macet.

Terbukti, Home Credit juga mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan tetap menjaga risiko pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) di bawah angka yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pesatnya pertumbuhan Home Credit di Indonesia tak bisa dimungkiri juga karena beragam inovasi yang selama ini dihadirkan. Tak heran, jika kemudian dalam hitungan tahun Home Credit Indonesia telah menjadi raksasa pembiayaan.

Sebagai bukti, hingga Agustus 2019, aplikasi mobile My Home Credit Indonesia yang telah diunduh oleh 5 juta pengguna. Terciptanya kultur mobile sentris, tentu menjadi alasan masyarakat dengan mudahnya dapat mencari informasi yang dibutuhkan di dalam aplikasi mobile mereka.

Kini, selain terus memperluas jaringan hingga ke seluruh pelosok Indonesia, Home Credit Indonesia turut berperan aktif dalam penyiapan SDM handal bagi kalangan milenial seperti edukasi literasi keuangan serta penguatan bisnis dengan terus berkolaborasi termasuk juga bisnis e-commerce seperti Bukalapak.

Inovasi-inovasi tersebut tentu saja tidak hanya semakin menguatkan pasar Home Credit secara offline juga penguatan pembiayaan secara online di era digital. (*)

 

Loading...