Diferensia Tangani Balita Stunting di Jawa Barat

Diferensia Tangani Balita Stunting di Jawa Barat
Foto: Istimewa

INILAH, Bandung – Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang memiliki angka stunting (pendek) yang cukup tinggi pada balita. Menurut data dari BKKBN, terdapat 29,9 persen atau 2,7 juta balita di Jawa Barat Barat berstatus stunting.

Diferensia Foundation meluncurkan program Desa Gempita (Gerakan Menu Empat Bintang) dan Desa Cageur (Calon Generasi Unggul dan Sehat) sebagai bentuk pencegahan angka stunting di Jawa Barat, belum lama ini. Kedua program ini dijalankan di kota/kabupaten di Jawa Barat yang masuk ke dalam 100 kota/kabupaten di Indonesia yang rawan stunting. Program ini telah berlangsung selama 3 bulan di 10 desa, dan telah berhasil meningkatkan status gizi bayi dan balita, sebanyak 30% menjadi berstatus gizi baik.

Direktur Program Diferensia Dian Chaerani mengungkapkan, program ini difokuskan dalam beberapa tahapan kegiatan, seperti penyediaan MPASI 4 bintang sebanyak 300 porsi setiap hari, memberikan MPASI menu 4 bintang untuk bayi dan balita dengan status gizi kurang, kurus dan sangat kurus. Kemudian menyosialisasikan program gerakan 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk pelatihan PMBA–Atropometri dan kewirausahaan untuk kader posyandu, edukasi PMBA juga diberikan kepada orang tua penerima manfaat, dalam hal ini bayi dan balita, serta adanya kegiatan monitoring status gizi terhadap penerima manfaat tersebut.

“Untuk mensukseskan Jawa Barat bebas stunting, sangat diperlukan kolaborasi lintas sektor antara aktivis sosial, pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat. Dalam program ini kami didukung LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan juga BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Harapan kami, makin banyak institusi dan kelompok masyarakat yang ikut bergabung untuk memberikan dampak langsung ke masyarakat terkait pencegahan dampak stunting untuk bayi dan balita. Tidak berhenti di angka 300 Bayi dan Balita yang sudah kita tangani,” ujarnya. (Dery Fitriadi Ginanjar)

Loading...