RUPS Luar Biasa, Radjab Mundur dari Jabatan Dirut PT PPE

RUPS Luar Biasa, Radjab Mundur dari Jabatan Dirut PT PPE
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Direktur Utama PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) Radjab Tampubolon akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Dia sadar dan merasa tidak mampu membawa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ke arah yang lebih baik lagi.

Surat pengunduran diri tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Bogor Ade Yasin selaku pemegang saham utama dalam Rapat Umum Pemegng Saham (RUPS) Luar Biasa.

"Karena alasan tidak sanggup lagi dan melihat kondisi PT PPE yang tidak sehat, Radjab Tampubolon mengundurkan diri dari jabatannnya sebagai Dirut PT PPE pasa RUPS Luar Biasa semalam di Ruang Rapat Bupati Bogor," ujar Gregorius B Djako selaku kuasa hukum PT PPE kepada Inilah, Rabu (23/10/2019).

Gregorius menambahkan, setelah Bupati Bogor Ade Yasin menerima pengunduran diri tersebut orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu pun menunjuk Azhahir sebagai pejabat sementara (Pjs) Dirut PT PPE.

"Malam tadi, Staf Ahli Bupati Bogor yaitu Azhahir langsung ditunjuk menjadi Pjs Direktur dengan tugas dan kewenangan khusus yaitu menyeleksi komisaris dan direksi PT PPE dalam kurun waktu tiga bulan ke depan atau hingga akhir 2019 atau awal 2020," tambahnya.

Mengenai dugaan kerugian yang kabarnya mencapai Rp80 miliar, Gregorius menyatakan itu harus dirinci. Sebab, setiap tahun laporan pertanggungjawaban direksi dilaporkan dalam RUPS.

Terkait tuntutan pembayaran upah 138 orang karyawan yang telah dirumahkan, dia menjelaskan upah atau gaji para karyawan akan dibayarkan oleh komisaris, direksi atau manajemen PT PPE yang baru.

Terpisah, Azhahir enggan mengomentari lebih lanjut terkait tugas barunya sebagai Pjs Dirut PT PPE.

"Saya bukan kapasitasnya untuk menjelaskan atau mengomentari hasil RUPS Luar Biasa semalam, mohon dimaklumi karena rapatnya akan dilanjutkan lagi dan biar Bupati Ade Yasin yang menjelaskan," ujar Azhahir. (Reza Zurifwan)

Loading...