Tenang, Pemkot Bogor Temukan Solusi SD Layungsari 2

Tenang, Pemkot Bogor Temukan Solusi SD Layungsari 2
(Foto: Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor – Dinas Pendidikan Kota Bogor menyatakan telah mengambil langkah dengan mengusulkan anggaran pembangunan gedung pengganti gedung SDN Layungsari 2 yang terkena dampak rencana proyek rel ganda kereta Bogor-Sukabumi. 

Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, ada tiga ruang kelas yang terkena pembangunan jalur ganda. “Insya Allah, tahun 2020 kami bangun ruang kelas baru di atas di lahan sekitar 150 meter persegi di belakang gedung yang masih ada. Ya, kami anggarkan di APBD 2020,” ungkap Fahmi, sapaan akrabnya, Rabu (23/10).

Dia mengaku anggaran pembangunan ruang kelas baru tersebut merupakan prioritas yang masuk di RAPBD 2020. Alokasi sesuai kebutuhan sekitar Rp400 juta untuk pembangunan dua ruang kelas dari rencana dua lantai. 

“Mudah-mudahan dari PT KAI juga ada, sehingga bisa langsung kami selesaikan pembangunannya. Jadi dari Kota Bogor dua ruang kelas di bagian bawah. Nanti yang dari PT KAI lantai keduanya sehingga jadi empat ruang kelas,” tambahnya.

Fahmi mengungkapkan, terkait rencana pembongkaran bangunan pada Desember nanti, Pemkot Bogor telah membangun komunikasi dengan PT KAI. Begitu juga dirinya sudah komunikasi dengan Wali Kota Bogor.

“Saya juga sudah sampaikan kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk menyampaikan juga kepada pihak terkait supaya bisa dibangun dulu sekolahnya. Jadi yang lain didahulukan, sekolah belakang dibongkarnya,” terangnya.

Fahmi menegaskan, Disdik menginginkan dibangunkan ruang kelas baru daripada dana kerahiman. Kendati begitu, Fahmi juga sudah memiliki langkah lain apabila gedung tersebut dibongkar sebelum ruang kelas baru selesai. Untuk keberlangsungan belajar siswa SDN Layungsari 2, pihaknya akan bekerja sama dengan SDN Layungsari 1. 

“Kalaupun mau dibongkar, kita sudah siap. Kita akan kerja sama dengan SDN Layungsari 1. Jadi tiga shift, kelas 1 sampai pukul 10.00 WIB, kelas selanjutnya sampai pukul 13.00 WIB. Berikutnya, dari pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB. Dan ruang guru akan digunakan. Untuk guru bisa menggunakan ruang lain sementara. Saya sudah dua kali ke sana,” jelasnya.

Fahmi juga memastikan, hanya satu sekolah yakni SDN Layungsari 2 yang terkena dampak rencana proyek jalur ganda. Adapun soal gedung SMPN 7 sudah dipastikan tidak terdampak proyek tersebut. 

“Ya, hanya satu, SDN Layungsari 2 saja. SMPN 7, saya dengar tidak kena dampak proyek rel ganda itu,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)

Loading...