Disdik Bogor Tumbuhkan Jupe, Keke, dan Samad

Disdik Bogor Tumbuhkan Jupe, Keke, dan Samad
Ratusan guru Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor mengikuti workshop pendidikan antikorupsi Implementasi Silabus Pendidikan Karakter Antikorupsi di Aula Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rabu (23/10/2019).  (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor – Ratusan guru Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor mengikuti workshop pendidikan antikorupsi Implementasi Silabus Pendidikan Karakter Antikorupsi di Aula Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rabu (23/10/2019). 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, workshop ini merupakan tindak lanjut MoU antara KPK dengan Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan yang terjalin sejak April 2019 lalu. 

“Dari kerja sama tersebut, Disdik Kota Bogor memiliki tugas tentang bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan antikorupsi kepada guru yang kemudian diimplementasikan kembali kepada siswanya di sekolah,” ungkap Dedie.

Dedie menjelaskan, dengan kegiatan ini, Kota Bogor selangkah lebih maju karena bisa membangun silabus atau acuan pelaksanaan pendidikan antikorupsi dan ini bisa diadopsi oleh kota-kota lain.

“Apalagi kami sudah mengeluarkan Perwali tentang antikorupsi dan ini pertama di Indonesia,” jelasnya.

Dedie membeberkan, pendidikan antikorupsi untuk siswa di sekolah dasar bukan mengharuskan siswa menghapal atau belajar tentang pasal antikorupsi. Yang dilakukan adalah menumbuhkan pendidikan karakter kepada siswa.

“Misalkan belajar bagaimana peduli, jujur dan adil, seperti bagaimana peduli antar sesama, peduli lingkungan dengan tidak buang sampah sembarangan, jujur ketika seudah meminjam barang temannya dikembalikan. Jadi lebih kepada pendidikan karakter,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin menjelaskan workshop antikoruspsi ini ditujukan kepada semua guru kelas yang mengajar di masing-masing sekolah. 

“Kalau sebelumnya itu diserahkan kepada ke masing-masing untuk implementasi, sekarang sudah distandarisasi tingkat Kota Bogor. Itu sudah melalui proses dengan penyesuaian kurikulum 2013 dan perubahan-perubahannya. Jadi ini sudah standar Kota Bogor dan mudah-mudahan diadopsi oleh kota atau daerah lain,” terangnya.

Fahrudin menjelaskan, nantinya guru-guru yang ada di Kota Bogor harus memberikan edukasi tentang antikorupsi kepada pelajar di sekolahnya seperti mengajarkan tentang jujur, tidak menyontek, peduli antar sesama.

“Jadi, jika ada temannya kesusahan, mereka membantu. Ada sampah berantakan diambil, dirapikan. Ini menjadi nilai-nilai antikorupsi. Kita singkat nilai-nilai antikorupsi ini itu menjadi Jujur Peduli (Jupe), Kerja Keras (Keke), Sederhana, Mandiri dan Disipli (Samad), Berani dan Bertanggungjawab (Bebeja),” paparnya. (rizki mauludi)
 

Loading...