Kanalisasi 2:1 Siap Diterapkan

Kanalisasi 2:1 Siap Diterapkan
(Ilustrasi/Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor- Rapat terakhir menjelang uji coba itu berkesudahan. Try out kanalisasi 2 :1 pun makin siap dilakukan.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Sat Lantas Polres Bogor dan Pemkab Bogor melakukan rapat finalisasi sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 ( dua lajur naik ke Puncak dan satu lajur ke arah Jakarta atau sebaliknya) di Ruang Rapat Utama BPTJ, di Pancoran, Jakarta Selatan.

Hasil rapat final, semua stakeholder menyatakan semakin siap melakukan uji coba sistem rekayasa arus ini. Uji coba akan berlangsung pada Minggu (27/10) dan Minggu (3/11) mendatang.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengingatkan agar masyarakat pengguna jalan raya Puncak berhati-hati dan disiplin dalam berkendara di saat BPTJ, Sat Lantas Polres Bogor dan Pemkab Bogor menerapkan rekayasa kanalisasi 2:1.

“Kalau kami sudah siap. Tinggal masyarakat pengguna jalan yang harus berhati-hati dan disiplin dalam berlalu lintas. Kanalisasi 2:1, dua jalur naik ke atas ketika pukul 07.00-12.00 WIB dan sebaliknya pada pukul 12.00-00-17.00 WIB,” ucap Bambang kepada wartawan, Rabu (23/10).

Ia menambahkan pemberlakuan sistem rekayasa arus lalu lintas ini bukan untuk mengurai kemacetan di Kawasan Puncak, tetapi meniadakan keterbatasan aksesbilitas masyarakat Puncak atau Cianjur ketika ingin ke arah Kota Bogor ataupun Jakarta.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amry meminta pengguna jalan melaksanakan imbauan petugas gabungan yang terdiri dari BPTJ, Sat Lantas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, polisi lingkungan warga (polingga) dan pramuka.

“Kami minta pengguna jalan tetap berkendara di lajurnya dan tidak menabrak atau melewati pembatas jalan yang ditandai dengan keberadaan traffic cone,” pinta Fadli.

Ia pun menjelaskan pada Minggu (27/10) dan Minggu (3/11), jajarannya tidak memberlakukan sistem rekayasa arus laku lintas oneway hingga masyarakat jangan berbondong-bondong saat menuju Kawasan Puncak ataupun ke arah Kota Bogor dan Jakarta.

“Pengguna jalan jangan lagi berbondong-bondong pergi ke Kawasan Puncak pada pagi hari dan berbondong-bondong pergi ke arah Kota Bogor ataupun Jakarta pada siang hingga sore hari hingga tidak ada penumpukan arus lalu lintas,” jelasnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Herdiana menuturkan jajarannya akan menerjunkan 52 personil untuk mensukseskan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1.

“Ada 30 personel Satpol PP akan kami tempatkan di lima titik kemacetan di Jalan Raya Puncak, sementara 22 personel lainnya kami tempatkan di jalur-jalur alternatif, baik di sisi utara maupun selatan agar sistem rekayasa ini berjalan sukses,” tutur Herdiyana.

Camat Megamendung Endi Rismawan juga berharap sistem ini berjalan sukses. Sebab, masyarakatnya sudah jenuh dengan sistem oneway yang sudah diberlakukan selama 33 tahun.

“Sistem rekayasa kanalisasi 2:1 ini menjawab keresahan warga yang selama ini merasa terbatas aksesnya di setiap akhir pekan, masa liburan atau di saat diberlakukannnya sistem rekayasa arus lalu lintas oneway,” harap Endi. (Reza Zurifwan)
 

Loading...