Warga Desa Sukamukti Keluhkan Dampak Pembangunan Floodway Cisangkuy

Warga Desa Sukamukti Keluhkan Dampak Pembangunan Floodway Cisangkuy
(Foto: Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Warga Desa Sukamukti mengeluhkan dampak buruk dari pengerjaan proyel floodway Cisangkuy di daerahnya. Mereka mendesak pihak kontraktor segera memperbaiki kerusakan infrastruktur jalan dan juga kerusakan pada rumah mereka akibat getaran truk dan peralatan berat.

Kepala Desa Sukamukti Agus Tajudin mengatakan, sejak awal proyek floodway Cisangkuy di wilayah Sungai Ciranjeng itu menggunakan jalan desa atau jalan umum untuk aktivitas kendaraan dan alat berat. Selain dampak lingkungan berupa debu dan lumpur, lama kelamaan sejumlah ruas jalan pun mengalami kerusakan alias berlubang dimana mana.

"Jalan yang statusnya milik kabupaten yang rusak sekitar tiga kilometer. Selain itu jalan desa yang sudah kami bangun pun retak retak sepanjang satu kilometer," kata Agus saat ditemui di Kantor Desa Sukamukti Rabu (23/10/2019).

Dikatakan Agus, kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas warga terhambat karena tak bisa melalui jalan dengan lancar. Tak hanya itu saja, akibat jalan rusak yang licin dan berlubang ini juga menyebabkan kecelakaan motor pada musim hujan karena jalan penuh lumpur bekas material galian proyek.

Begitu juga saat musim kemarau, lanjut Agus, tak sedikit warga yang juga terkena gangguan pernafasan akibat debu jalanan dari bekas material proyek tersebut di musim kemarau. 

"Ada juga sekitar sepuluh rumah warga yang retak-retak akibat getaran alat berat dan truk pengangkut material yang lalu-lalang setiap hari," ujarnya.

Terkait rumah retak, Agus mengaku bahwa tiga di antaranya sudah mendapat bantuan perbaikan dari pihak kontraktor. Sementara sisanya pun sudah dijanjikan untuk segera diperbaiki.

Agus berharap pihak kontraktor selaku pelaksana kegiatan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum selaku pelaksana anggaran bisa segera memperbaiki kerusakan infrstruktur umum tersebut. Soalnnya kalau harus menunggu sampai proyek itu selesai, kerusakan akan semakin parah dan warga lebih lama lagi harus bergelut dengan persoalan yang sama.

Anisa (24) salah seorang warga Desa Sukamukti mengeluhkan kondisi kualitas lingkungannya yang terus memburuk. Saat hujan jalanan menjadi kubangan lumpur, licin dan membahayakan pengguna jalan. Begitu juga saat musim kemarau, debu berterbangan kemana mana menyesakan nafas. Maka tak heran kesehatan ia dan warga lainnnya di desa itu seringkali sakit pernafasan.

"Karena jalan bolong juga bumper mobil saya rusak gara gara jalan berlubang. Saya juga sering lihat pengguna motor yang kecelakaan. Dan ini sudah terjadi lumayan lama," ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Yanto Setianto yang datang meninjau bersama jajarannya mengatakan, pihaknya mendorong agar pihak BBWS dan kontraktor untuk tak menunggu proyek selesai untuk memperbaiki kerusakan lingkungan. 

"Kami prihatin dengan kondisi warga yang banyak mengalami kecelakaan dan harus merasakan kondisi infrastruktur yang buruk akibat proyek Floodway Cisangkuy," ujarnya.

Yanto memahami bahwa proyek tersebut merupakan proyek nasional yang didanai oleh APBN dan akan bermanfaat untuk semua masyarakat nantinya. Namun ia menilai keluhan warga Kabupaten Bandung yang terdampak tetap harus mendapat perhatian serius.

Sementara itu Humas PT BRP selaku kontraktor proyek Floodway Cisangkuy Haris mengatakan, pihaknya selama ini terpaksa masih menggunakan jalan umum untuk aktivitas kendaraan proyek karena jalan inspeksi BBWS di lokasi tersebut masih belum bisa dibuka. Hal itu terkait dengan belum rampungnya pembebasan lahan untuk jalan inspeksi tersebut.

"Untuk perbaikan jalan akan segera kami lakukan setelah pembebasan lahan dan jalan inspeksi bisa dibuka. Nanti kami gunakan jalan inspeksi untuk pekerjaan proyek dan jalan desa dan kabupaten yang rusak berangsur-angsur kita perbaiki," katanya.

 Haris menjelaskan, saat ini proses pembebasan lahan itu sendiri tinggal menyisakan pembayaran beberapa bidang lahan berupa rumah dan sawah. Namun dana pengganti untuk pembebasan tersebut saat ini sudah dititipkan di pengadilan.

Terkait perkembangan proyek floodway Cisangkuy sendiri, saat ini sudah berjalan sekitar tiga puluh persen. Namun sesuai target, proyek tersebut harus rampung pada akhir 2020.(rd dani r nugraha).

Loading...