Bhayangkara 0-0 Persib, Robert: Hasil yang Adil

Bhayangkara 0-0 Persib, Robert: Hasil yang Adil
Pesepak bola Bhayangkara FC Adam Alis Setyano (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Frets Listanto Butuan (kiri) dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

INILAH, Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menerima hasil imbang 0-0 melawan Bhayangkara FC di Stadion Kapten PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019) . 

Robert mengatakan di awal pertandingan, tepatnya di 20 menit pertama timnya bermain dengan sangat baik. Tak hanya mampu menguasai pertandingan, beberapa peluang langsung dipertunjukan. 

"Setelah itu sayangnya kami mulai memberikan ruang bagi lawan cukup banyak dan membiarkan Bhayangkara untuk menyerang kami," kata Robert usai pertandingan

Terbukti, Bhayangkara FC mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya di jantung pertahanan Persib Bandung. Bahkan beberapa kali kiper andalannya I Made Wirawan jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

"Mereka mempunyai beberapa peluang dari tendangan bebas dan itu cukup membuat kami kerepotan," tuturnya. 

Di babak kedua, kata Robert, pemainnya mulai lebih intensif bermain dan berusaha mengimbangi kecepatan dari para pemain Bhayangkara FC. 

"Dan Bhayangkara hampir saja mencetak gol tapi mengenai mistar meski kami juga memiliki dua kesempatan. Jadi saya rasa ini hasil yang adil sesuai dengan situasi dari kedua tim," tegasnya.

Robert memahami timnya sulit dalam mencetak gol lantaran dalam susunan pemain, Persib tidak memiliki striker murni. Satu-satunya striker andalannya yakni Ezechiel N'Douassel mengalami cedera. 

"Dia tidak seratus persen fit setelah membela timnasnya di Afrika untuk bermain di laga kualifikasi. Dia ada masalah di bagian kunci pahanya dan setelah bermain di laga sebelumnya (melawan Persebaya) tidak pulih dengan baik," bebernya.

Dengan kondisi itu, Robert ogah mengambil risiko. Ezechiel tidak diikutsertakan dan bahkan terlihat duduk di kursi penonton. 

"Dan kami juga tidak bisa menurunkan terlalu banyak pemain yang sudah mengoleksi kartu kuning. Karena itu bisa membuat banyak pemain absen di laga berikutnya, kami tidak mau mengambil risiko itu," jelasnya. 

Kondisi itu, lanjutnya yang membuat Persib harus bermain dengan skema false nine. Namun, sayangnya upaya tersebut tak membuahkan hasil hingga akhirnya laga berakhir imbang tanpa gol. 

"Kami memiliki kualitas dua pemain winger yang bagus dan rencananya kami membuka pertahahan lawan lewat kedua sayap. Tapi sistem bermain Bhayangkara membentuk 'pohon natal'," katanya.

Skema itu kata Robert yang membuat pemainnya sangat sulit menembus pertahanan Bhayangkara FC. Lantaran terjadi penumpukan di lini tengah

"Karena selalu ada banyak pemain lawan di depan kotak penalti. Itu yang menjadi alasan kami mencoba menembus pertahanan dari flank lewat kecepatan dari pemain kami. Tapi itu juga tidak terlalu berjalan hari ini dan itu pastinya membuat situasi lebih sulit untuk striker," katanya. 

Karena itu, Robert menyatakan hasil imbang ini adil bagi kedua tim. Sebab kedua tim sama-sama kesulitan mencetak gol. 

"Saya juga mewakili Persib Bandung mengucapkan terima kasih untuk sambutan dari Bhayangkara yang menjamu kami dengan baik sejak tiba di Bandara dari Bali hingga hotel. Kali ini pengamanannya sangat baik dan pemain merasa nyaman. Jadi terima kasih banyak untuk komitmen Bhayangkara dan pihak yang terlibat supaya laga ini berlangsung dengan baik," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)

Loading...