Enam Pabrik Pembuang Limbah Sungai Cileungsi Dilimpah ke Polda Jabar

Enam Pabrik Pembuang Limbah Sungai Cileungsi Dilimpah ke Polda Jabar
foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cileungsi - Dari delapan pabrik yang duduga membuang limbah Bahan, Beracun dan Berbahaya (B3) ke Sungai Cileungsi yang diperiksa jajaran Unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Bogor enam diantaranya sudah dilimpahkan ke Polda Jawa Barat .

"Enam pabrik yang memenuhi unsur atau bukti membuang limbah B3 sudah kami limpahkan ke Polda Jawa Barat, kalau dua pabrik lainnya ternyata tidak memenuhi unsur melakukan tindakan pencemaran lingkungan," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi kepada wartawan, Kamis (24/10).

Ia menerangkan para manajemen pabrik yang duduga telah mencemari lingkungan hidup di Sungai Cileungsi  akan dikenakan pasal 58 ayat 4 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman maksimal penjara 3 tahun dan denda  maksimal Rp3 miliar.

"Terungkapnya tindakan pencemaran lingkungan hidup di Sungai Cileungsi ini berkat kerja tim terpadu yang terdiri dari kepolisian, TNI dan Dinas Lingkungan Hidup 5 Kabupaten Bogor yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik p- pabrik yang berlokasi di bantaran Sungai Cileungsi mulai dari Klapanunggal, Gunung Putri hingga Cileungsi," terangnya.

Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) Kabupaten Bogor Uli Sinaga menjelaskan bersama DLH Jawa Barat akan melakukan sidak lagi ke puluhan pabrik lainnya di sepanjang bantaran Sungai Cileungsi.

"Dilimpahkannya kasus pembuangan limbah B3 atau pencemaran lingkungan hidup di Sungai Cileungsi yang didiga dilakukan oleh enam pabrik bukan aksi yang terakhir karena kami akan tetap melakukan sidak ke pabrik - pabrik yang diduga sama 'nakalnya'," jelas Uli.

Ia menjelaskan pada sidak sebelumnya pada Senin (21/10) kemarin, tim juga menemukan sebuah pabrik yang kabarnya tidak sengaja membuang limbah B3nya ke media lingkungan hinggga meresap tanah.

"Kebetulan pas kami sidak pabrik tersebut sedang ada pergantian pipa Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) lalu karena tidak sengaja limbah B3, kami akan melakukan uji tanah dan kalau terkontaminasi kami akan perintahkan mereka untuk memperbaiki lingkungan. Saat itu juga kami memasang plang agar mereka tidak merubah kondisi dan apabila mereka menimbun tanah atau menghilangkan bukti maka mereka akan kami ancam pasal 98 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman maksimal penjara 10 tahun dan denda  maksimal Rp 10 miliar
dan pasal 232 ayat 1 Kitab Undang - undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan jika merela melakukan pengrusakan kepada plang segel tersebut," jelasnya.

-Uli melanjutkan untuk memaksimalkan upaya penangganan pencemaran lingkungan hidup di Sungai Cileungsi, tim terpadu Kabupaten Bogor akan ke Kota Bandung untuk rapat bersama Kodam III Siliwangi, DLH dan Polda Jawa Barat pada Selasa (5/11) mendatang. (Reza Zurifwan) 

Loading...