Pemkab Bogor Tidak Serius Kembangkan Desa Wisata

Pemkab Bogor Tidak Serius Kembangkan Desa Wisata
INILAH, Bogor - Walaupun desa wisata cukup berhasil mensejahterakan masyarakatnya, Pemkab Bogor dinilai tidak sungguh-sungguh mendukung perkembangannya.
 
Pelaku usaha desa wisata Maulana Yusuf mengatakan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung sudah lama dinyatakan sebagai desa wisata, namun pertumbuhan jumlah wisatawannya terus menurun karena buruknya  kualitas insfrastruktur jalan.
 
"Tahun 2015 jumlah wisatawan yang mengunjungi Kampung Tokyo, rumah dinas pertama Bupati Bogor, kebun teh, Curug Cikeris, Curug Macan dan lainnya  jumlahnya di atas 300 orang perminggu. Sejak 2016 hingga kini jumlahnya menurun menjadi 50 orang perminggu karena jalan menuju desa kami rusak," kata Maulana kepada wartawan, Senin (17/12/2018).
 
Dia menerangkan karena jalan yang rusak, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Malasari pun mengantisipasinya dengan menjemput wisatawan dengan kendaraan jip atau kendaraan terbuka.
 
"Untuk wisatawan yang kendaraannya bukan motor trail atau mobil jip, kami siap jemput di Kantor Kecamatan Nanggung. Namun mereka kami kenakan biaya tambahan. Sedangkan untuk biaya masuk Desa Wisata Malasari wisatawan hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu. Kami meminta insfrastruktur menuju Desa Wisata Malasari diperbaiki agar jumlah wisatawan kembali meningkat," terangnya.
 
Pelaku Desa Wisata Batulayang Khaidir Rusli juga mengeluhkan kurang pedulinya Pemkab Bogor. Saat jembatan Batulayang roboh karena bencana banjir bulan Februari tahun ini, hingga masyarakat dan Pemdes Batu Layang secara swadaya membangun kembali jembatan menuju desa wisata.
 
Ketua Asosiasi Desa Wisata Kabupaten Bogor Deni Amar menuturkan selain kendala insfrastruktur yang buruk, pengelola desa wisata juga terkendala dengan birokrasi pemerintah desa setempat.
 
"Dulu desa wisata kurang didukung oleh kepala desa setempat, namun setelah secara persuasif kami memberikan pemahaman manfaat desa wisata saat ini banyak kades yang bersedia membentuk BUMDes wisata di desanya masing-masing," tutur Deni.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Rahmad Sudjana mengakui Pemkab Bogor kurang mendukung dalam hal memperbaiki insfrastruktur jalan menuju Desa Wisata.
 
"Kita akui jalan menuju desa wisata kurang mendapat perhatian. Mudah-mudahan dengan bergairahnya pelaku industri ini, Bupati Bogor bisa membenahi hal tersebut karena bidang pariwisata salah satu penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Rahmad.