Hanya Tiga Kepala Keluarga di Purwakarta yang Jadi Transmigran

Hanya Tiga Kepala Keluarga di Purwakarta yang Jadi Transmigran

INILAH, Purwakarta – Program Transmigrasi yang digulirkan pemerintah masih diminati sebagian warga Kabupaten Purwakarta. Sayangnya, kondisi ini tak berbanding lurus dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat.

 

Di 2018, jumlah warga yang ikut program hanya dijatah tiga kepala keluarga (KK). Bukan karena peminatnya menurun, tapi minimnya kuota.

 

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta Titov Firman, Jawa Barat hanya diberi jatah 18 KK untuk program transmigasi. Untuk Purwakarta, kuotanya hanya tiga KK.

 

"Di kita hanya tiga KK. Dua pekan kemarin sudah diberangkatkan. Ketiganya menjadi transmigran ke wilayah Bengkulu," ujar Titov kepada INILAH, Senin (17/12/2018).

 

Sepanjang 2018, kata dia, jumlah warga yang berminat ikut program transmigrasi mencapai 20 KK. Namun kareka keterbatasan kuota, warga yang diberangkatkan hanya tiga KK.

 

Dalam program ini, sambung dia, pemerintah pusat menyiapkan lahan yang akan dikelola warga terpilih seluas 1,2 hektare. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan biaya hidup selama setahun untuk warga tersebut.

 

"Kalau kami di daerah, hanya mampu menyiapkan anggaran untuk pelatihan dan biaya transportasi untuk warga tersebut. Selebihnya, sudah disiapkan oleh pusat," tambah dia.