Uji Coba Kanalisasi 2:1 Sukses, Ade Yasin Selesailah Itu One Way

Uji Coba Kanalisasi 2:1 Sukses, Ade Yasin Selesailah Itu One Way
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Ciawi -  Sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 (dua lajur naik keatas dan satu lajur turun ke bawah) yang akan diterapkan di Kawasan Puncak diharapkan menjadi solusi sulitnya aksesbilitas dan kemacetan di Kawasan Puncak.

Ia akan menggantikan one way atau satu arah yang selama ini menjadi kebijakan kepolisian, sistem rekayasa arus lalu lintas yang sudah berlaku sejak tahun 1985 lalu dan dinilai sudah tidak bisa menjadi solusi karena volume kendaraan yang mencapai 40 hingga 41 ribu unit.

Bupati Bogor Ade Yasin yang terjun langsung ke Jalan Raya Puncak sangat optimis uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 ini berjalan lancar dan sukses hingga Ia mengatakan selesailah itu one way.

"Selesailah itu one way, kalau uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 ini berjalan lancar dan sukses seperti hari ini. Semoga uji coba berikutnya pada Minggu (3/11) mendatang juga sesukses hari ini," kata Ade kepada wartawan, Minggu (27/10).

Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menerangkan suksesnya uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1  karena kerja bareng personel Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Sat Lantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan, Sat Pol kabupaten Bogor dan polisi lingkungan warga (Polingga).

"Personel gabungan sudah sejak pukul 04.00 WIB sudah memasang traffic cone, lalu setelah itu mereka juga mengatur lalu lintas untuk membuka aksesbilitas dan mengurai kemacetan lalu lintas, kesuksesan ini berkat kerja mereka juga," terangnya.

Ade menjelaskan  sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1  bagian dari program Save The Puncak yang ujungnya bertujuan mengembalikan Kawasan Puncak menjadi destinasi wisata nasional.

"Selain sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1, Pemkab Bogor juga sudah berkali - kali meminta pemerintah pusat membangun Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalan Puncak II, pembangunan Stasiun LRT hingga Ciawi dan lainnya," jelas Ade.

Direktur Jenderal (Dirtjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menuturkan pemerintah pusat sedang merundingkan pembangunan Stasiun LRT hingga Ciawi dan pembangunan Jalan Puncak II.

"Walaupun kami sudah survey dan masih merundingkan pembangunan Stasiun LRT hingga Ciawi dan pembangunan Jalan Puncak II, tetapi kita sedang melakukan double track kereta api Bogor - Sukabumi untuk membantu distribusi logistik air hingga mobitas truk pengangkut  galon air jauh berkurang," tutur Budi.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mendesak pemerintah pusat untuk mewujudkan Jalan Puncak II demi mengurai kemacetan lalu lintas.

"Saya sudah melakukan lobby ke Komisi V maupun anggota DPR RI lainnya untuk mendesak pemerintah pusat harus segera menyelesaikan pembangunan Jalan Puncak II karena sebelumnya jalan itu sudah ada dan tinggal pengaspalan saja," ujar Rudy. (Reza Zurifwan)