Los Merengues Mengejar Sejarah

Los Merengues Mengejar Sejarah
Real Madrid jelang semifinal Piala Dunia Antarklub
REAL Madrid menatap laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2018. Mereka ingin kembali mencicipi manisnya trofi itu.

Skuat Los Merengues sudah berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka ditunggu wakil Asia, Kashima Antlers.

Kedua tim dijadwalkan bentrok di Sheikh Zayed Sports City, Rabu (19/12) malam WIB. Madrid punya sejarah kuat di ajang ini.

Gareth Bale dan kawan-kawan adalah jawara Piala Dunia Antarklub dalam dua edisi terakhir. Mereka sudah mengoleksi tiga gelar juara, sama dengan raihan sang rival abadi, Barcelona. 

Kini, Madrid menggebu-gebu mengejar gelar keempat. Mereka ingin menjadi tim pengoleksi trofi Piala Dunia Antarklub terbanyak.

"Bisa berada di Piala Dunia Antarklub sungguh luar biasa dan kami berharap bisa mempertahankan gelar juara tahun ini, yang dimenangi para pemain hebat ini tahun lalu," kata Solari di As.

Madrid berbekal modal sempurna. Karim Benzema dan kawan-kawan baru saja menyudahi periode buruk. Mereka menang 1-0 melawan Rayo Vallecano di pentas La Liga, tengah pekan lalu.

"Sangat penting bisa menuju turnamen ini dengan modal kemenangan. Piala Dunia Antarklub sudah dimulai, kami sudah melihatnya di televisi dan kami senang bahwa kami sudah datang dan fokus pada laga hari Rabu," dia menambahkan.

Di sisi lain, kapten Sergio Ramos meminta rekan-rekannya tampil tanpa cela melawan Kashima. Dia ogah, blunder fatal berbuah petaka untuk timnya.

Performa Madrid memang masih naik-turun. Sebelum bangkit menaklukkan Rayo, Madrid lebih dulu dipermalukan CSKA Moscow 0-3 di Santiago Bernabeu.

Secara keseluruhan, Madrid sudah menelan delapan kekalahan di semua kompetisi. Artinya, Madrid bukanlah tim yang mustahil untuk dikalahkan.

"Ini merupakan kompetisi yang pendek dan tak ada ruang untuk membuat kesalahan. Ini laga semifinal lalu final, dan kami ingin membawa piala pulang ke rumah," ujar Ramos dilansir situs resmi klub.

Ramos menegaskan, gelar juara menjadi bidikan utama timnya saat ini. Dia mengaku akan sangat kecewa andai Los Merengues gagal mewujudkannya.

"Menjadi juara selalu menjadi tujuan kami --itu menjadi mentalitas klub," kata Ramos di situs resmi FIFA. 

Sementara itu Kashima Antlers benar-benar percaya diri bisa mengimbangi Madrid. Mereka membekal modal positif jelang laga ini.

Kashima memenangi empat dari enam laga terakhir mereka. Termasuk, kemenangan melawan Guadalaraja di perempat final.

Kashima juga punya sistem pertahanan mantap. Pejaga gawang asal Korsel, Kwoun Sun-Tae hanya tiga kali dibobol lawan dalam enam laga terakhir.

Kashima juga bertekad balas dendam. Ya, mereka takluk melawan Madrid di final edisi 2016. Ketika itu, Kashima menyerah 2-4 dari sang juara bertahan.

"Jelas kami ingin mengalahkan mereka (Real Madrid). Itu akan sangat luar biasa. Kami akan datang ke lapangan tanpa sedikit pun rasa takut," ujar Pelatih Kashima Antlers Go Oiwa.