Komisi III Khawatir Pembangunan RSUD Meleset 

Komisi III Khawatir Pembangunan RSUD Meleset 
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pembangunan Blok 3 RSUD Kota Bogor, Senin (28/10/2019) siang. Sidak dilakukan untuk memastikan pembangunan sesuai waktu yang ditentukan.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, dirinya sudah meninjau dan menerima laporan Komisi III terkait tenggat waktu pembangunan Blok 3 yang tinggal menyisakan 60 hari lagi. Sementara pembangunan baru mencapai 49 persen.

“Pekerjaan ini harus terselesaikan sehingga ada beberapa titik kritis. Pertama bagaimana kontraktor bisa menyelesaikan pembangunan tanpa harus mengurangi kualitas karena gedung digunakan untuk rumah sakit. Kami akan pastikan keamanan dan kenyamananny,” kata Atang kepada INILAH pada Senin (28/10/2019).

Menurut Atang, perlu ada penambahan pekerja yang bias bisa mengerjakan sejumlah titik Garapan. Lalu diperhatikan juga kualitas serta aspek yang harus dijaga. DPRD akan menyiapkan fasilitas penunjang jika pembangunan sudah selesai.

"Fasilitas itu mulai peralatan kesehatan dan lainnya. Kita harapkan bangunan ini sudah bisa digunakan pada tahun 2020," ujarnya.

Kabag Umum dan Kepegawaian Kota Bogor Ahmad Irawan mengatakan, ada kemajuan sebesar 2 persen dari sidak awal yang dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya. Namun pembangunan terus dikebut, terutama mendatangkan lebih cepat bahan baku yang diimpor dari luar negeri, seperti Thailand.

"Struktur bangunan sudah siap peruntukan per lantai sama tapi yang berbeda itu dibawah ada apotik. Lantai tiga sampai empat tidak ada apotik," ungkap Irawan kepada INILAH pada Senin (28/10/2019).

Irawan menjelaskan, proyek ini diperkirakan selesai tepat waktu. Pihak pengembang sudah melakukan metode percepatan proyek pembangunan.

"Kontraktor menambah orang supaya bekerja dengan simultan. Tidak menunggu lantai satu beres baru ke atas. Kedua simultan antara barang dan orang, instalasi kabel, pipa air kotor. Kontraktor mempersiapkan finishing, barang-barang lain juga tengah diorder. Genset juga minggu ketiga November 2019 diperkirakan sudah datang," jelasnya.

Irawan menuturkan, pembangunan pun tidak terkendala cuaca Kota Bogor.

"Atap di-dak, tidak akan ambruk seperti gedung DPRD. Untuk genting dipasang sebagai aksesoris saja," tuturnya.

Terpisah, Pengamat Jasa Kontruksi Purwana Riyadi mengatakan, pembangunan masih terfokus struktur.

"Ya, seperti kelihatannya tidak terkerjar," singkatnya. (Rizki Mauludi)