Perbankan Pangkas Target Kredit, Bisnis Seret?

Perbankan Pangkas Target Kredit, Bisnis Seret?
(Istimewa)

INILAH, Jakarta - PT Bank Mandiri menurunkan target pertumbuhan kredit pada tahun 2019. Sebelumnya emiten BMRI ini memasang target sebesar 12% dan kini diturunkan menjadi 9%.

Pemotongan target ini diklaim karena kondisi pasar. Dimana para nasabah mereka memilih menerbitkan surat utang untuk melunasi utang-utangnya. "Memang ada dinamika dari nasabah besar di mana nasabah tersebut issue bonds global, valuta asing sehingga melunasi sebagian kredit di kami. Kamu masih upayakan 8-9%," kata Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan di kantornya, Senin (28/10/2019).

Sementara, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menyebutkan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri ditopang lu. Asegmen. Antara lain korporasi, mikro, konsumer, SME (small medium enterprise) dan perusahaan anak.

Nah, hingga September 2019, ending balance penyaluran kredit mencapai Rp 841,9 triliun atau tumbuh 7,8% (yoy). Dia bilang, beberapa segmen mengalami tekanan. Untuk konsumer Rp 88,5 triliun atau tumbuh 7,3% (yoy). "Pertama ada impact pertumbuhan dari sisi konsumer, konsumer kita tahun ini dibandinggkan periode sama tahun lalu cukup kecil," ujar dia.

Kemudian, tekanan terjadi pada korporat yang mengalami ending balance kredit sebesar Rp 327,7 triliun atau tumbuh 7,6%. "Kemudian corporate tadinya corporate tumbuh double digit, tahun ini kita mengalami penurunan di single digit," kata dia. [inilahcom]


 

Loading...