DKM Ulul Abshor Unpas, Tanamkan Nilai Islam Secara Utuh

DKM Ulul Abshor Unpas, Tanamkan Nilai Islam Secara Utuh
Kegiatan mahasiswa di DKM Ulul Abshor Unpas. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Kalimat seperti ini boleh jadi sebagai acuan agar semua orang bisa menghargai waktu yang terus berputar tanpa ada kompromi.

Tengoklah di kampus Universitas Pasundan (Unpas). Kampus yang berpusat di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung ini, sebagian mahasiswa menghabiskan waktu luangnya dengan hal-hal yang positif.

Selain mereka memilih berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan beberapa organisasi lainnya, tak sedikit juga dari mereka bergabung di Dewan Keluarga Masjid (DKM).

Melihat hal seperti ini tentu saja menjadi hal yang sangat positif apa yang dilakukan oleh para intelektual muda ini. Selain mendapatkan ilmu akademik, mereka juga bisa mengantongi ilmu nonakademik yang mungkin saja tidak mereka dapatkan di bangku kuliah.

Namanya DKM Ulul Abshor, organisasi yang mewadahi mahasiswa Unpas di bidang keagamaan ini memiliki visi untuk menanamkan nilai-nilai Islam secara utuh kepada setiap mahasiswa. Tidak hanya itu, organisasi ini juga secara tidak langsung mengajak para mahasiswanya untuk belajar berorganisasi juga ajang silaturahmi mahasiswa yang berbeda fakultas dan jurusan.

"DKM Ulul Abshor Unpas itu posisinya bukan lembaga fakultas, lembaga kita ini dipayungi oleh Wakil Rektor 1. Mereka yang tertarik, silakan saja bergabung," kata Ketua DKM Ulul Abshor Unpas, Irfan Saeful Wathonq, Selasa (29/10/2019).

Irfan mengatakan, DKM Ulul Abshor Unpas memiliki sejumlah kegiatan menarik yang bisa diikuti oleh seluruh anggotanya, mulai dari internal, juga eksternal.

Kegiatan internal misalnya, DKM ini memiliki kegiatan yang bernama malam bina iman dan takwa (Mabit). Kegiatan ini berupa itikaf yang digelar satu bulan satu kali. Selain Mabit, ada pula kegiatan kajian yang digelar seminggu sekali.

Tidak hanya sampai di situ, masih dalam kegiatan internal, DKM yang memiliki sedikitnya 60 anggota dari berbagai jurusan dan fakultas yang ada di kampusnya ini juga memiliki kegiatan latihan bela diri. Kegiatan ini mereka lakukan seminggu sekali.

Sementara untuk kegiatan lainnya adalah Rihlah atau jalan-jalan. Mereka akan refreshing untuk mengunjungi beberapa kota besar yang ada di Tanah Air. "Kalau kegiatan eksternalnya sih ada yang namanya divisi syiar. Misalnya mentoring Pendidikan Agama Islam (PAI), membuat mading, dan kajian umum," tambah Irfan.

Dia menilai, sejauh ini ketertarikan mahasiswa terhadap organisasi DKM ini masih kurang. Artinya, sebagian mahasiswa masih sedikit malu-malu untuk mau bergabung dengan DKM tersebut. Padahal lanjut dia, jika mereka bergabung di DKM Ulul Abshor, banyak sekali manfaat yang bisa mereka dapatkan di luar akademik. Belajar sikap bertanggung jawab, mandiri, dan menambah ilmu keislaman adalah beberapa manfaat yang bisa mereka peroleh di organisasi ini.

"Sebetulnya para mahasiswa yang malu-malu ini mereka mau bergabung, hanya saja mereka itu malu. Anggapan mereka DKM itu orang-orangnya kaku atau apapunlah itu. Padahal, kita di sini sama-sama belajar tentang ilmu keislaman yang baik dan benar," papar mahasiswa Ikom semester akhir ini.

Dia berharap, keberadaan organisasi DKM di kampusnya itu bisa menjadi wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk menambah ilmu tentang nilai-nilai Islam secara utuh kepada mahasiswa di luar akademik. Selain itu juga, seluruh kegiatan yang ada di DKM ini, baik internal maupun eksternal bisa bermanfaat bagi seluruh mahasiswanya.

"DKM itu bukan kumpulan santri-santri, kita juga di sini belajar kok sama-sama. Jadi kalau ada yang mau bergabung, silakan saja, sangat terbuka," pungkasnya. (okky adiana)