Unai Emery Itu Bukan Pelatih, Tapi 'Pembunuh' Arsenal

Unai Emery Itu Bukan Pelatih, Tapi 'Pembunuh' Arsenal

INILAH, London - Di bawah Unai Emery, Arsenal tak hanya tertatih-tatih, tapi juga kehilangan DNA-nya. Sang pelatih pun disebut sebagai pembunuh Arsenal.

Tak tanggung-tanggung, penilaian itu muncul dari mulut gelandang legendaris Arsenal, Emmanuel Petit. Dia menilai Unai Emery membuat The Gunners jadi tim yang membosankan dan tak membuat takut siapapun.

Unai Emery sendiri siap memainkan Mesut Ozil untuk menyelamatkan dirinya. Ironisnya, Ozil menjadi pemain yang paling bermasalah dengan Emery sejak pelatih asal Spanyol itu menggantikan Arsene Wenger. Jarang dia diberi kesempatan meski dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Arsenal.

Musim ini, misalnya, Mesut Ozil hanya dapat kesempatan main total 142 menit. Dalam enam laga terakhir, namanya bahkan tak masuk dalam daftar pemain cadangan. Kini, dia secara mengejutkan diandalkan Unai Emery dalam duel lawan Liverpool di laga Piala Carabao.

"Sejak Emery datang, saya tak mendapatkan kesenangan lagi menyaksikan penampilan Arsenal. Kadang-kadang itu membosankan," ujar Petit.

Di eranya, Petit merasakan keindahan permainan Arsenal. Dia termasuk salah satu di antara pemain yang berada pada kejayaan era Arsene Wenger. Saat itu, Petit bermain bersama bintang-bintang yang memesona, mulai dari Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Patrick Vieira, hingga Freddie Ljungberg.

"Yang membuat saya sedih, Arsenal bahkan harus berjuang mati-matian hanya untuk bisa lolos ke Liga Champions. Begitulah Arsenal sekarang. Kalau saya lihat Arsenal sekarang, saya tak melihat DNA klub ini lagi. Saya tak melihat lagi permainan yang dibangun dari belakang, seperti ketika saya main 20 tahun lalu," tambahnya.

Dalam pandangan Petit, gelandang yang ikut membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 1996, tak ada lagi permainan indah mengalir, tak ada pergerakan mengagumkan, tak ada sentuhan satu-dua. "Saya tak melihat gaya itu lagi," katanya.

Kepada Paddy Power, pemain yang membawa Arsenal meraih gelar ganda pada 1998 itu juga menyebut Arsenal kehilangan ruhnya. "Sepertinya, mereka membunuh warisan Arsenal ketika Arsene Wenger pergi. Pertandingan lawa Sheffield United pekan lalu, misalnya, adalah pertandingan yang buruk," tambahnya.

Petit pun menilai saat lawan Crystal Palace, Arsenal hanya tampil brilian di 10 menit saja. Tapi, kemudian lawan menekan mereka, mencetakgol, dan tiba-tiba terlihatlah kelemahan mental pemain. "Come on, ini Arsenal. Mereka harus bermain. Setiap kali mereka menguasai bola, lawan harusnya takut. Tapi mereka tak seperti itu lagi sekarang. Lawan suka main melawan kami," tambahnya. 
 

Loading...