Wacana Kenaikan Cukai Rokok Perparah Nasib Petani Tembakau

Wacana Kenaikan Cukai Rokok Perparah Nasib Petani Tembakau
istimewa

INILAH, Bandung - Pada 2020 mendatang, pemerintah akan menaikkan besaran cukai rokok yang beredar. Rencananya, kenaikan cukai tersebut sebesar 21,3% dan harga eceran pun naik 35%.

Menanggapi hal itu, Asosiasi Petani Tembakau Internasional (ITGA), Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) bersikap menolak terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada petani tersebut.

Ketua Umum APTI Soeseno mengatakan, kebijakan itu berdampak terhadap kualitas hidup para petani tembakau. Terlebih, tekanan terhadap pertanian tembakau juga disebabkan Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau yang menyatakan tanaman tembakau seharusnya digantikan dengan tanaman lain. Terkait permasalahan tersebut, sekarang saatnya untuk mempersiapkan pasar baru untuk terus memastikan kesejahteraan petani tembakau, khususnya di Indonesia. 

“Adanya wacana kenaikan cukai rokok itu pasti akan memperparah nasib para petani tembakau. Selama ini, para petani tembakau kurang mendapat perhatian dari pemerintah yang cenderung setuju dengan gerakan anti tembakau,” kata Soeseno saat Peringatan Hari Petani Tembakau se-Dunia 2019 di Bandung, belum lama ini.

Padahal, dia menyebutkan tembakau memberikan kontribusi tidak sedikit pada pendapatan negara. Tahun ini, Soeseno menegaskan cukai produk tembakau memberikan Rp170 triliun pada negara. 

”Pada cukai tiap batang rokok mengalir keringat petani tembakau dan petani cengkih. Mereka berkontribusi kepada negara,” ucapnya. 
Untuk itu, dia mengajak para petani terus berunjuk gigi dan tetap bekerja keras. Mereka akan terus berproduksi, berkreasi dan berkontribusi. Walaupun mendapat tekanan berupa kebijakan pemerintah yang kurang memihak. 

Lebih jauh dia menjelaskan kebijakan kenaikan cukai itu pun mengurangi serapan tembakau. Sebab, pabrik akan mengurangi konsumsi tembakaunya. Ujung, kebijakan tersebut akan merugikan petani tembakau karena serapan hasil panen mereka berkurang. 

Saat ini pun, Soeseno menuturkan kendati kebijakan kenaikan cukai baru akan diterapkan 2020 namun dampaknya sudah terasa. Para pedagang besar kini mulai memainkan isu akan mengurangi pembelian produk tembakaunya. Mereka diakuinya tidak akan membeli banyak-banyak dan hal ini akan menimbulkan goncangan bagi petani.