Bupati Cirebon Ancam 'Bedol Desa' OPD Bermasalah

Bupati Cirebon Ancam 'Bedol Desa' OPD Bermasalah

INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengisyaratkan serius dalam melakukan rotasi dan mutasi. Imron mengancam akan melakukan pembersihan dan pergantian besar-besaran (bedol desa, red) di OPD yang bermasalah.

"Saya ingin ASN yang berkualitas. Kita nunggu open bidding dulu. Kan ada Baperjakat, tetap saya konsultasikan dengan mereka. OPD bermasalah tentu akan saya benahi," kata Imron, Jumat kemarin.

Imron menjelaskan, OPD yang bermasalah tentu karena orang-orangnya juga banyak masalah. Untuk itu, Imron berencana akan melakukan pergantian besar-besaran, pada OPD-OPD bermasalah tersebut. Namun pergantian tersebut tidak semuanya, karena tergantung dimana tingkat kesalahan mereka.

"Maksudnya bedol desa itu, kita akan ganti perangkat OPD yang banyak masalah. Tapi mungkin pada level menengah ke atas saja. Toh masih banyak pegawai yang punya dedikasi dan keinginan membangun Kabupaten Cirebon," jelas Imron

Ditanya, di OPD mana saja yang banyak masalah, Imron malah balik bertanya kepada awak media. Menurutnya, justru masukan dari jurnalis sangat dibutuhkan, karena sebagai bahan masukan dan perbandingan dengan situasi sebenarnya. Namun Imron mengaku, sudah mendengar ada beberapa OPD yang terus bermasalah dan banyak temuan BPK setiap tahunnya.

"Saya tidak bisa membiarkan pejabat yang banyak masalah didiamkan. Saya akan gantilah, termasuk bawahannya, kalau perlu. Mungkin bulan Desember ini akan ada mutasi. Tapi justru saya tahu semua masalah ini, ya dari wartawan,' jelas Imron.

Sebelumnya, Imron juga memberikan pernyataan keras kepada ASN di lingkungan Pemkab Cirebon, yang masih percaya bahwa jabatan saat ini masih bisa dibeli. Imron menyebutkan, kalau saja ada ASN yang masih percaya kepada oknum yang menawarkan jabatan, berarti oknum ASN tersebut otaknya tidak waras. Harusnya kata Imron, setahun pasca kasup OTT mantan Bupati Sunjaya, menjadi bahan pelajaran.

Imron juga menjamin, mutasi nanti tidak ada transaksional sedikitpun. Kalau ada yang berani bayar, dirinya tidak segan-segan membatalkan ulang SK mutasi itu. Imron juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bila saja ada bukti oknum pejabat memberikan uang, yang mengatasnamakan bupati. (maman suharman)

 

Loading...