Podium Marquez untuk Afridza Munandar

Podium Marquez untuk Afridza Munandar
Ilustrasi/Net

INILAH, Kuala Lumpur – Wawancara Marc Marquez di parc ferme Sirkuit Sepang, Minggu (3/11), berlangsung lebih panjang. Dia menutupnya dengan pernyataan duka untuk Afridza Syach Munandar.

“Saya menyampaikan duka mendalam atas meninggalkan Munandar. Saya pernah bertemu dengannya. Saya persembahkan (podium) ini untuknya. Harus kita ingat, begitulah olahraga ini,” kata juara dunia MotoGP 2019 ini.

Marc Marquez finis di posisi kedua pada Grand Prix MotoGP Malaysia di Sepang. Dia gagal menaklukkan Maverick Vinales. Tapi, itu sendiri sudah menjadi pencapaian istimewa. Harap dicatat, dia start di posisi ke-11.

Marquez mencatat begitu banyak sejarah hari itu. Dia, secara keseluruhan, total mengumpukan 395 poin, mematahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dipegang Jorge Lorenzo. Dia pun jadi pembalap pertama yang 17 kali naik podium.

Sebelum balapan, dia bahkan sudah mencetak rekor sendiri. Untuk pertama kalinya, dua bersaudara menjadi juara dunia dua nomor paling bergengsi. Alex Marquez, adiknya, memastikan gelar juara Moto2. Tak pernah terjadi sebelumnya. Lima tahun lalu, Marc dan Alex menorehkan gelar juara dunia bersama, tapi saat itu sang adik masih di kelas Moto3.

Tapi, setelah proses penyerahan trofi, Afridza Munandar, pembalap asal Tasikmalaya yang sehari sebelumnya meninggal setelah kecelakaan pada ajang Idemitsu Asian Talent Cup, masih membayangi Marc Marquez. Dalam wawancara dengan FoxSport, dia kembali membagi kenangannya.

Marquez menilai Afridza Munandar sebagai pembalap muda berbakat yang menjanjikan. “Ini hari yang emosional setelah kemarin datang kabar buruk untuk dunia balap motor. Kita kehilangan pembalap muda Munandar. Dia bakat muda, pembalap muda dari Indonesia. Saya mengenal dia dari Astra Honda dan kami pernah menghabiskan waktu bersama-sama sebelumnya,” katanya.

Kehilangan Munandar bahkan membayangi kegembiraan Marc merayakan sukses Alex menjuarai Moto2. Dia menyebutkan perlu menikmati sukses Alex. Dia sudah menanti momen ini. Alex, sebutnya, berjuang dan balapan dengan segenap kesungguhan.

“Hari ini momen yang indah datang untuk adik saya dan momen yang indah buat saya. Tapi, tentu, Munandar juga mencari itu. Pada akhirnya, dia meninggal. Kami kehilangannya. Tapi dia sudah membalap untuk kesungguhannya dan ini adalah hal terbaik. Semoga dia damai di alam sana,” katanya.

Maverick Vinales yang menaklukkan Marquez, mempersembahkan kemenangan yang ia raih pada Grand Prix Malaysia untuk Afridza Munandar. “Saya ingin mendedikasikan balapan ini untuk anak muda yang meninggal kemarin. Dia adalah favoritku di Idemitsu Asia Talent Cup. Belasungkawa kepada seluruh keluarganya,” kata Vinales usai lomba seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Afridza mengalami kecelakaan pada tikungan 10 dalam lap pertama Race 1 di Sirkuit Sepang, Sabtu, dan bendera merah pun dikibarkan. Motor yang ditunggangi Afridza bersenggolan dengan motor pembalap Takuma Matsuyama, kemudian dia tertabrak pembalap nomer 22 Shinji Ogo hingga keduanya terlibat kecelakaan.

Pembalap berusia 20 tahun itu menerima tindakan medis di sisi trek sebelum diterbangkan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan helikopter. Munandar dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah itu.
Jenazah Afridza tuntas diotopsi di Bagian Forensik Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur, Minggu. Otopsi turut dihadiri penyidik dari Kantor Polisi Aero Polisi Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan Tim Asia Talent Cup (ATC) Indonesia atau Idemitsu Honda Indonesia, Charlie.

Selain menyaksikan langsung jalannya otopsi, pihak penyidik juga memintai keterangan sejumlah pihak. Otopsi sendiri dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 waktu setempat.

Pihak asuransi yang telah dihubungi sebelumnya oleh Dorna Sport selaku penyelenggara Asia Talent Cup (ATC) di Sepang International Circuit juga tampak hadir di bagian forensik.

Menurut keterangan pihak penyidik hasil otopsi yang dilakukan pihak rumah sakit menyebutkan bahwa kematian pebalap Afridza karena benturan keras pada bagian kepala di sisi sebelah kiri.

Pihak rumah sakit juga disebutkan masih menunggu hasil uji urine dan darah yang telah dikirim ke Jabatan Kimia (Kantor Kimia).

Proses pemulangan jenazah telah diserahkan kepada perusahaan Kasket Paradibes yang telah ditunjuk oleh pihak asuransi.

Selain hasil otopsi surat pelepasan jenazah dari kepolisian yang menangani insiden ini juga diperlukan sebelum jenazah dapat dipulangkan ke tanah air. (*)

 

Loading...