Jalur Ganda KA Ubah Gapeka

Jalur Ganda KA Ubah Gapeka
Antara

INILAH, Bandung - Per Desember 2019 ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2019. Penerapan itu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1781/2019 tentang Penetapan Gapeka 2019.

Deputy Executive Vice President Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Hendra Wahyono mengatakan, diterapkannya Gapeka 2019 itu mengakibatkan sebagian perjalanan KA mengalami perubahan jadwal keberangkatan. Penetapan Gapeka 2019 itu menggantikan acuan sebelumnya Gapeka 2017.

“Gapeka 2019 ini dilakukan karena sejak 2017 terjadi begitu banyak perkembangan perkeretaapian. Salah satunya pengoperasian jalur ganda lintas selatan Jawa yang melintasi Purwokerto (Daop 5), Yogyakarta (Daop 6), Madiun (Daop 7),” kata Hendra di Bandung, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, berdasarkan Gapeka 2019 itu di wilayah Daop 2 Bandung terdapat perubahan jadwal dan rute beberapa kereta. Perubahan jadwal KA yang berubah itu antara lain KA Pasundan relasi Kiaracondong-Surabaya Gubeng. Dari yang semula berangkat pada pukul 05.35 WIB itu akan berangkat pada 10.15 WIB.

Selain itu, KA Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar pun berubah dari yang semula berangkat pada pukul 18.10 WIB akan berangkat pada 23.15 WIB. KA Kutojaya Selatan relasi Kiaracondong-Kutoarjo yang semula berangkat pada pukul 21.00 WIB akan berangkat pada 22.15 WIB.

KA Harina relasi Bandung-Cikampek, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi pun berubah. Dari yang semula berangkat pada pukul 21.25 WIB akan berangkat pada 21.40 WIB. KA Ciremai relasi Bandung-Cikampek, Cirebon, Semarang Tawang yang semula berangkat pada pukul 06.15 WIB akan berangkat pada 08.10WIB

“Tak hanya mengubah jadwal keberangkatan, sejumlah KA pun mengalami perpanjangan rute seperti KA Malabar relasi Bandung-Malang. KA itu semula berangkat dari Stasiun Bandung pada pukul 15.45 WIB akan berangkat pada 19.50WIB. KA ini pun mengalami perpanjangan rute menjadi Pasar Senen-Bandung-Malang,” ucapnya.

KA Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabaya Gubeng-Malang yang semula berangkat dari Stasiun Bandung pada pukul 16.50 WIB akan berangkat pada 20.55WIB. KA ini pun mengalami perpanjangan rute menjadi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng-Malang.
Hendra menambahkan, Gapeka 2019 itu pun mengubah waktu tempuh KA. Khusus untuk ini, KA Pasundan relasi Bandung Kiaracondong-Surabaya Gubeng akan mengalami pengurangan waktu tempuh dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit.

Beberapa KA yang mengalami perpanjangan relasi yakni KA Argo Wilis dan Turangga yang sebelumnya Bandung-Surabaya Gubeng kini menjadi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng. KA Mutiara Selatan yang sebelumnya Bandung-Surabaya Gubeng-Malang kini menjadi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng-Malang. KA Malabar yang sebelumnya Bandung-Malang kini menjadi Pasar Senen-Bandung-Malang.

“Gapeka 2019 pun berubah karena ada penambahan stasiun, penambahan kecepatan prasarana, dan penetapan perjalanan KA baru. Seperti KA ke Garut, walaupun jalur KA Cibatu-Garut itu belum beres tapi di Gapeka terbaru itu administrasi perjalananannya  sudah disiapkan,” sebut Hendra.

Kendati ada perubahan jadwal keberangkatan, dia menegaskan harga tiket tidak ada yang berubah. Penentuan tarif itu diakuinya masih mengacu pada tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA). 

Sebelumnya, Diretur Utama KAI Edi Sukmoro menegaskan Gapeka 2019 dibuat untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan layanan KAyang dapat diandalkan. KAI diakuinya selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam menentukan kebijakan perusahaan. 

“Melalui Gapeka 2019, kami berharap semakin banyak lagi masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta api. Saya mengimbau kepada calon penumpang KA dengan keberangkatan 1 Desember 2019 dan seterusnya agar memerhatikan lagi jadwal yang tertera di tiket. Tujuannya agar tidak tertinggal kereta karena sudah diberlakukannya Gapeka 2019,” ujar Edi.