Ratusan Warga Desa Karanganyar Tolak Hasil Pilwu

Ratusan Warga Desa Karanganyar Tolak Hasil Pilwu
Ratusan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon berunjuk rasa di depan Kantor Bupati, Selasa (5/11/2019). (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Ratusan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon berunjuk rasa di depan Kantor Bupati, Selasa (5/11/2019). Mereka mempertanyakan mekanisme pelaksanaan pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak yang berlangsung 27 Oktober lalu. 

Warga menduga ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum panitia Pilwu. Pantauan di lapangan terlihat massa membawa spanduk dan pampflet yang bertuliskan penolakan hasil Pilwu. Dengan dikawal ketat aparat kepolisian dan Satpol PP, mereka berorasi dan mengajukan tuntutan. Mereka meminta Pemkab segera menindaklanjuti kecurangan tersebut.

"Kami minta keadilan dan penjelasan perihal pelaksanaan Pilwu di desa Karanganyar. Banyak kecurangan yang di lakukan panitia Pilwu yang memenangkan salah satu calon. Jika tidak diselesaikan kami menolak pelantikan Pilwu nanti," ungkap Tarsid, Korlap aksi.

Tarsid juga menyebutkan, terdapat dugaan hasil temuan warga yang terindikasi kecurangan. Diantaranya, jika dilihat dari jumlah suara yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada dugaan penggelembungan suara sebanyak 2. 441 suara. Sedangkan data yang memberikan suara ada 2.412 suara. Dirinya menuding, sisa tersebut diberikan salah satu calon sehingga bisa unggul

"Kami meminta Pemkab segera mengusut dugaan penggelembungan suara ini. Kalau Pemda tidak mampu menyelesaikan, kami akan datang lagi kesini," ancamnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengawas Pilwu Serentak Pemkab Cirebon, Zaenal Abidin berjanji akan segera menindak lanjuti apa yang menjadi keinginan warga. Pasalnya, kata Zaenal, tercatat ada sebanyak 19 desa yang melakukan gugatan hasil Pilwu yang telah dilakukan. Laporan yang masuk, kata dia, masih didominasi pada data dugaan adanya penggelembungan suara.

"Sesuai aturan, setelah pencoblosan maksimal tiga hari masa waktu diberikan untuk melaporkan jika adanya laporan. Kemudian kami akan tindaklanjuti aduan itu oleh tim pengawas gabungan," ungkap Zaenal.

Pihaknya mencatat, dari jumlah 19 desa yang laporannya masuk dan akan ditindaklanjuti diantaranya meliputi Desa Gua Lor, Kecamatan Kaliwedi, kemudian Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala. Desa Buyut, Kecamatan Desa Gunungjati. Desa Mundumesigit, Kecamatan Mundu.

Desa Beber, Kecamatan Beber, kemudian Desa Bode Lor, Kecamatan Weru, Desa Grogol Kecamatan Kapetakan. Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari. Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung. Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Desa Pabedilan Kidul, Kecamatan Pabedilan. Danawinangun, Kecamatan Klangenan.

Kemudian Desa Gegesik, Kecamatan Gegesik. Desa Cempaka, Kecamatan Talun. Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura. Desa Gebang, Dompyong Wetan, Deda Gebangudik, Kecamatan Gebang. Dan Desa Kertawinangun Kecamatan Jamblang. (maman suharman).

Loading...