Formasi CPNS 1934 Orang, Jabar Makin Kekuarangan ASN

Formasi CPNS 1934 Orang, Jabar Makin Kekuarangan ASN

INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat membutuhkan sebanyak 3.704 Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga Juli 2019. Sedangkan jatah formasi CPNS untuk Jabar dari pemerintah pusat hanya 1.934 orang.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, Pemprov Jabar masih kekurangan ASN bilamana mengacu pada kebutuhan dan jumlah formasi dari pemerintah pusat yang  hanya sebanyak 1.934 orang. 

"Jumlah kekurangan PNS (ASN) di Jabar ini kemungkinan besar akan lebih banyak dari sisa kebutuhan PNS dikurangi formasi CPNS 2019 jika terpenuhi. Pasalnya kami belum mendata jumlah PNS yang pensiun sejak Agustus hingga akhir tahun lalu," ujar Daud, Selasa (5/11/2019). 

Daud menyampaikan, pihaknya bakal mendata sejumlah ASN yang akan pensiun namun tidak perlu digantikan dengan jumlah yang sama dalam CPNS. Terlebih, di antara formasi yang ditinggalkan bisa saja berkurang kebutuhannya karena tergantikan dengan teknologi. 

"Dengan kemajuan teknologi, kebutuhan orang bisa diganti. Misalnya yang pensiun ada sepuluh setelah kami data ternyata penggantinya bisa saja kurang, tapi hal itu masih didata," ujar dia. 

Diketahui, sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka 1.934 formasi CPNS untuk 2019. Adapun formasi yang dibutuhkan terdiri dari tenaga pendidik 839 orang, tenaga kesehatan 93 orang, tenaga teknis pelaksana dan fungsional  sebanyak 1.002 orang. 

Diketahui, berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jabar, sebanyak 1.934 lowongan itu terdiri dari 839 tenaga pendidik, 93 tenaga kesehatan dan 1002 pelaksana dan fungsional.

"Lebih banyak orang teknis. Teknis itu berbagai macam spek. Dulu kan banyak tenaga medis sekarang teknis seperti insinyur di Bina Marga, Perumahan dan Pemukiman ya tenaga teknis," kata Daud. 

Menurut dia, kebutuhan pegawai di Provinsi Jabar jadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Mengingat ada sekitar 1.800 orang pegawai di Jabar yang pensiun dalam hitungan per satu tahun.

Sementara itu, Kepala BKD Jabar Yerry Yanuar mengatakan, setelah peserta melalukan pendaftaran yang dimulai pada 1 November 2018, selanjutnya tes akan digelar pada Februari 2020 nanti. 

"Tes Februari, pengumuman sekitar Agustus tahun depan. Jadi ini untuk pengangkatan 2020," ujar Yerry. 

Adapun pelaksanaan tes CPNS rencananya bakal digelar di sekolah-sekolah. Itu lantaran sekolah memiliki fasilitas seperti komputer. 

"Tempatnya, kemarin sudah dirapatkan ini kan mendadak jadi kita kerja sama dengan Dinas Pendidikan nanti tempatnya di sekolah-sekolah," pungkasnya. (Riantonurdiansyah) 

Loading...