Diduga Jadi Kurir Sabu, Caleg dari Kuningan Dibekuk

Diduga Jadi Kurir Sabu, Caleg dari Kuningan Dibekuk

 

INILAH, Cirebon – Seorang calon legislatif (caleg) perempuan dari daerah pemilihan (dapil) 3 Kabupaten Kuningan berinisial R, dibekuk aparat Polres Cirebon setelah diduga terlibat dalam peredaran narkoba.
Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengungkapkan, R diamankan jajarannya di gerbang masuk Tol Ciperna, Kabupaten Cirebon, awal Desember 2018. R diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu sebagai kurir.

"Kami peroleh informasi ada caleg partai politik tertentu dari dapil 3 Kuningan yang terlibat sebagai kurir, dan kadang sebagai pengedar sabu," ungkapnya, Kamis (20/12/2018).

Saat diamankan, petugas menemukan sedikitnya satu gram sabu. Temuan itu selanjutnya dijadikan barang bukti.

Menurut Suhermanto, berdasar pengakuan R kepada penyidik, keterlibatan perempuan itu dengan narkoba baru sekitar 3-6 bulan terakhir. Namun begitu, Suhermanto memastikan, bakal mendalami peran R maupun kemungkinan jaringan yang melingkupinya.

"Kami akan dalami, R terlibat jaringan narkoba seperti apa, lokal atau bahkan antar provinsi," tegasnya.

Selain mengamankan R, dalam kesempatan itu, Polres Cirebon memusnahkan sedikitnya 12.500 botol barang bukti miras pabrikan. Ada pula sekitar 14 ribu liter miras tradisional.

Seluruh barang bukti yanh dimusnahkan tersebut diperoleh jajaran Polres Cirebon dari hasil operasi cipta kondisi selama sebulan terakhir. Kegiatan itu dilakukan sebagai antisipasi gangguan pada Natal dan Tahun Baru.

Suhermanto menyebut, potensi peredaran miras di wilayah hukum Polres Cirebon pada akhir tahun terbilang cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan temuan puluhan ribu liter miras yang diamankan pihaknya selama satu bulan belakangan.

Terpisah, pada hari sama, Polres Indramayu memusnahkan 18.102 botol minumana keras (miras) beragam jenis dan merk. Pemusnahan miras dilakukan dengan cara digilas menggunakan alat berat berupa stum di halaman Mapolres Indramayu.

Selain miras, dimusnahkan pula 14.763 liter tuak, 806 liter ciu, serta 60 buah knalpot bising. Tak ketinggalan, 26,05 gram sabu, ganja 760,35 gram, Heximer 38.778 butir, Tramadol 7.647 butir, Dextro 230 butir, Double Y 5.924 butir, Double L 1.131 butir, dan Kutoin Phenytoin 5.220 butir.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki menyatakan, pemusnahan dimaksudkan guna menekan peredaran barang-barang tersebut di tengah masyarakat. Selain itu, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif jelang Natal dan Tahun Baru.

"Setiap malam, jajaran Polres Indramayu melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD)," katanya.

Pihaknya getol pula menangkap pelaku kejahatan, pengedar miras, dan pelaku pencurian sepeda motor. Sejauh ini, sedikitnya 800 unit sepeda motor tanpa surat-surat dan diduga hasil curian telah diamankan pihaknya.

Pihaknya meminta pula dukungan dan peran serta semua pihak, termasuk ulama, dalam upaya pemberantasan miras, narkoba, dan knalpot bising. Dia berharap, upaya itu dapat memberantas berbagai penyakit masyarakat dan mewujudkan Indramayu yang relijius, maju, mandiri, dan sejahtera.